Mobil Nasional Disiapkan, Produksi Massal Ditargetkan Akhir 2028

jpg • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 06:06 WIB
Mobil Maung MV3 Garuda Limousine buatan PT Pindad. Foto: PT Pindad
Mobil Maung MV3 Garuda Limousine buatan PT Pindad. Foto: PT Pindad

batampos – Pemerintah tengah mempersiapkan program mobil nasional (Mobnas) yang ditargetkan memasuki tahap produksi massal pada akhir 2028. Saat ini, persiapan pembangunan fasilitas produksi mulai dilakukan di kawasan Subang, Jawa Barat.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Setia Diarta mengatakan, tahapan awal program Mobnas masih berfokus pada penyiapan lahan sebelum pembangunan fasilitas produksi dimulai.

“Adapun roadmap nanti untuk besarnya Mobnas ini, saat ini mereka masih land clearing dan itu akan mengokupasi di Subang, dan operasional mereka akan mulai mass production itu di 2028 akhir,” kata Setia dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII yang disiarkan secara daring, dikutip Kamis (10/9).

Menurut Setia, pemerintah bersama PT Pindad mendapat mandat untuk menyiapkan program mobil nasional, termasuk kebijakan yang mendukung pengembangan industrinya.

“Penugasan program Mobnas juga itu diberi mandat pada PT Pindad dan sama seperti Molinas, Mobnas juga tetap melibatkan Kemenperin dalam hal untuk menyiapkan kebijakan terkait dengan Molinas dan Mobnas,” ujarnya.

Pemerintah Siapkan Rantai Pasok Mobil Nasional

Pengembangan Mobnas tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas produksi kendaraan. Pemerintah juga menyiapkan ekosistem rantai pasok domestik untuk mendukung keberlangsungan industri tersebut.

Rantai pasok dalam negeri dinilai penting agar produksi kendaraan nasional terhubung dengan industri komponen yang sudah dan akan berkembang di Indonesia.

Ketersediaan komponen serta industri pendukung menjadi bagian penting dalam membangun kapasitas manufaktur yang berkelanjutan. Dengan demikian, program Mobnas diharapkan tidak berhenti pada aktivitas perakitan kendaraan.

Setia mengatakan, desain ekosistem rantai pasok untuk Mobnas telah disiapkan. Sejumlah industri dalam negeri nantinya akan dilibatkan dalam ekosistem tersebut.

“Ekosistem roadmap ekosistem rantai pasok untuk Mobnas juga sudah didesain, ada beberapa ekosistem yang nanti akan terlibat, dan tentu saja ini adalah ekosistem di dalam negeri,” kata Setia.

Mobnas Berjalan Bersamaan dengan Kendaraan Listrik

Program mobil nasional juga dikembangkan bersamaan dengan kebijakan pemerintah di sektor kendaraan listrik.

Kemenperin menyiapkan kebijakan dan pengembangan industri agar program Mobnas dapat terhubung dengan ekosistem manufaktur otomotif yang tengah dibangun di Indonesia.

Integrasi tersebut mencakup penguatan industri komponen, rantai pasok, hingga kapasitas manufaktur dalam negeri.

Dengan pembangunan fasilitas produksi di Subang dan target produksi massal pada akhir 2028, pemerintah berharap program Mobnas dapat menjadi bagian dari penguatan industri otomotif nasional sekaligus memperbesar keterlibatan industri dalam negeri dalam rantai pasok kendaraan. (*)

Editor : Putut Ariyo
Kemenperin Mobil Nasional Mobnas PT Pindad industri otomotif