Pertumbuhan tersebut antara lain didorong sektor kemasan (packaging) dan label yang tumbuh hingga 20 persen serta textile printing sekitar 15 persen. Perkembangan tersebut turut didukung penetrasi e-commerce dan kebangkitan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Tren industri juga menunjukkan pergeseran dari percetakan massal menuju percetakan digital dan personal. Kondisi ini mendorong pelaku industri beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan solusi produksi.
Transformasi digital, perkembangan digital printing, kebutuhan kemasan, teknologi grafika, hingga otomatisasi proses produksi menjadi bagian dari perubahan yang membentuk arah industri percetakan.
Merespons perkembangan tersebut, Krista Exhibitions kembali menyelenggarakan ALLPrint Indonesia 2026. Pameran internasional ini akan menghadirkan teknologi, mesin, peralatan, bahan baku, serta berbagai solusi untuk industri percetakan dan grafika.
ALLPrint Indonesia 2026 akan berlangsung pada 7-10 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.
Pameran tersebut akan diikuti sekitar 400 peserta, termasuk 20 UMKM, dari lebih dari 10 negara, di antaranya Indonesia, China, Hong Kong, Malaysia, Taiwan, Jerman, Jepang, India, Singapura, dan Korea Selatan.
Selama empat hari penyelenggaraan, ALLPrint Indonesia 2026 menargetkan 60.000 pengunjung.
Hadirkan Beragam Pameran Pendukung
ALLPrint Indonesia 2026 juga digelar bersamaan dengan sejumlah pameran pendukung, yakni Indo Sign & AD, Textile Printing, Print For Pack, Inter Corrugated, dan Pro Label Asia.
Kolaborasi tersebut memperluas cakupan ekosistem industri percetakan sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan berbagai teknologi, produk, dan solusi industri.
Chief Executive Officer Krista Exhibitions Daud D. Salim mengatakan, perkembangan industri percetakan saat ini tidak lagi terbatas pada teknologi cetak konvensional, tetapi telah berkembang ke berbagai kebutuhan industri yang saling berkaitan.
“Industri percetakan saat ini berkembang sangat luas. Tidak hanya berbicara mengenai mesin dan teknologi cetak konvensional, tetapi juga digital printing, printing untuk kemasan, teknologi grafis, label, hingga berbagai solusi yang dibutuhkan oleh industri. Perkembangan ini tentu menciptakan kebutuhan baru dan peluang bisnis baru bagi para pelaku industri,” ujar Daud.
Melalui ALLPrint Indonesia 2026, pelaku industri dapat melihat perkembangan teknologi yang mendukung proses produksi, mulai dari digital printing, packaging printing, teknologi karton box, graphic technology, printing equipment, finishing technology, tinta, kertas dan media cetak, hingga perangkat lunak serta berbagai solusi pendukung industri grafika.
Kehadiran teknologi tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan industri untuk meningkatkan efisiensi, memperluas kapasitas produksi, dan menyesuaikan produk dengan perkembangan permintaan pasar.
ALLPrint Indonesia 2026 juga menjadi platform business-to-business (B2B) yang mempertemukan produsen, distributor, pemasok, pengguna teknologi, serta pelaku usaha dari berbagai sektor.
Pertemuan tersebut dapat dimanfaatkan pelaku industri untuk memperluas jaringan, mencari mitra dan pemasok baru, bertukar informasi mengenai perkembangan pasar, serta menjajaki peluang kerja sama bisnis.
Bagi perusahaan yang tengah mengembangkan kapasitas produksi atau mempertimbangkan investasi teknologi, pameran ini juga menjadi ruang untuk memperoleh referensi sebelum mengambil keputusan.
Pengunjung dapat membandingkan berbagai pilihan mesin dan solusi, berdiskusi dengan tenaga ahli maupun perwakilan perusahaan, serta memperoleh gambaran mengenai teknologi yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan produksi.
Hadirkan Forum Edukasi Industri
Selain area pameran, ALLPrint Indonesia 2026 menghadirkan sejumlah agenda edukasi dan forum industri yang membahas perkembangan teknologi serta isu yang relevan bagi pelaku usaha.
Salah satunya seminar bertajuk “Ready for 2027 and onward? The New Rules of Digital Textile Printing” yang membahas perkembangan teknologi dan arah industri digital textile printing.
Agenda lainnya adalah seminar “The Future of Carton Manufacturing: Smart Machines, Smart Solutions” yang mengangkat perkembangan otomatisasi dalam industri karton serta pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses produksi yang lebih efisien.
ALLPrint Indonesia 2026 juga menghadirkan Eduprint Talkshow yang membahas isu sertifikasi halal dan kemasan, serta Musyawarah Nasional XI Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI).
Beragam agenda tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan bagi pelaku industri, dengan pembahasan mencakup adopsi teknologi, efisiensi produksi, kepatuhan terhadap regulasi, serta perkembangan industri grafika.
Dengan mempertemukan teknologi, produsen, distributor, asosiasi, dan pengguna dalam satu ekosistem, ALLPrint Indonesia 2026 menjadi salah satu ajang bagi pelaku industri percetakan, grafika, periklanan, signage, packaging, dan sektor terkait untuk mengikuti perkembangan teknologi serta membangun koneksi bisnis. (*)
Editor : Cipi Ckandina