IPOT X Hadir dengan AI-Native Intelligence, Ubah Kompleksitas Pasar Jadi Market Clarity

JawaPos • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 20:53 WIB
President Director and CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The saat peluncuran IPOT X di Jakarta, Kamis (24/9). Foto: Jawa Pos
President Director and CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The saat peluncuran IPOT X di Jakarta, Kamis (24/9). Foto: Jawa Pos

batampos – PT Indo Premier Sekuritas resmi memperkenalkan wajah baru aplikasi investasinya, IPOT X, dengan mengusung teknologi AI-Native Intelligence. Platform ini dirancang untuk membantu investor memahami kompleksitas pasar dan mengubahnya menjadi market clarity atau kejelasan pasar.

IPOT X menghadirkan sejumlah fitur berbasis kecerdasan buatan yang membantu investor dalam menganalisis, membaca, membandingkan, serta memantau pergerakan pasar.

President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, Moleonoto The mengatakan, kompleksitas pasar dan risiko investasi tidak akan pernah hilang. Namun, teknologi seharusnya dapat membantu investor mengurangi beban pekerjaan analitis sehingga memiliki lebih banyak ruang untuk memahami informasi sebelum mengambil keputusan.

“IPOT X mampu mengambil lebih banyak pekerjaan analitis agar investor mempunyai lebih banyak ruang untuk memahami, lebih sedikit sibuk merangkai data dan lebih banyak waktu memahami artinya,” kata Moleonoto saat konferensi pers di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (24/9).

Baca Juga: Kasus Chromebook, Uang Pengganti Rp1,56 Triliun Dibagi untuk Nadiem, Google dan Penyedia

Menurut dia, IPOT X tidak sekadar menawarkan teknologi, tetapi juga membawa konsep Investor Naik Kelas. Konsep tersebut tidak berarti investor harus menjadi analis profesional atau menguasai seluruh indikator teknikal, laporan keuangan, maupun rasio sebelum mulai berinvestasi.

Naik kelas, kata dia, berarti investor mampu memahami kerumitan pasar dan menyusunnya menjadi market clarity.

Bagi pengguna IPOT sebelumnya, IPOT X menawarkan pengalaman investasi yang lebih terintegrasi. Sementara bagi pemula, platform ini dirancang untuk membantu memahami pasar tanpa harus menguasai seluruh aspek analisis investasi sejak awal.

Lima Keunggulan IPOT X

Moleonoto menyebut IPOT X memiliki lima keunggulan utama. Pertama, mengintegrasikan AI Inferencing, Multi-Agent Intelligence, Pattern Recognition, dan Deep Market Intelligence menjadi market clarity.

Teknologi tersebut bekerja melalui Intelligence Layer yang tidak hanya melayani interaksi menggunakan bahasa natural, tetapi juga membaca, menguji silang, dan menyintesis berbagai data pasar. Beban analitis diproses oleh sistem, sedangkan keputusan akhir tetap berada di tangan investor.

Kedua, IPOT X mengusung konsep Think Smarter melalui AI-Native Intelligence. Sistem kecerdasan terintegrasi tersebut mencakup model training, high-volume AI inferencing, koordinasi multi-agent AI hingga natural-language builder.

Sistem itu memproses lebih dari 1.100 metrik di belakang layar untuk menghasilkan konteks dan interpretasi pasar. Investor juga disajikan bukti pendukung serta informasi penyeimbang untuk membantu mengevaluasi informasi.

Ketiga, IPOT X membawa konsep See Deeper melalui Deep Data & Flow Intelligence. Investor dapat melihat dinamika pasar secara lebih granular, termasuk trade flow, smart money, aktivitas asing, serta akumulasi dan distribusi dengan histori hingga 10 tahun.

Baca Juga: Ditjenpas Jabar: Belum Ada Temuan Ferdy Sambo Nikmati Fasilitas Khusus di Lapas

Keempat, IPOT X menghadirkan Explainable Market Reading melalui Automated Technical Intelligence dan Pattern Recognition. Fitur tersebut mengotomatisasi berbagai analisis teknikal, mulai pola candlestick, indikator hingga level Fibonacci.

Kelima, teknologi IPOT X diarahkan untuk membantu investor membangun conviction atau keyakinan investasi yang lebih rasional. Informasi yang ditampilkan mencakup bukti yang mendukung maupun bertentangan sebelum investor menentukan keputusan jual atau beli.

Sembilan Ekosistem AI

IPOT X memiliki sembilan ekosistem utama yang bekerja dalam satu sistem kecerdasan. Ekosistem tersebut meliputi AI Screener Multi-Bahasa, AI Stock Comparison, UI/UX Real Time, AI Inferencing, Market Radar, Technical Reading, Pattern Recognition, AI Technical Radar, dan AI Trade Flow.

AI Screener Multi-Bahasa memungkinkan investor mencari kandidat saham menggunakan percakapan bahasa natural. Fitur tersebut didukung lebih dari 1.100 metrik dan dapat memahami tujuan serta tesis investasi pengguna.

Hasil pencarian juga dapat disimpan melalui fitur Build Your Own Boards untuk pemantauan berkelanjutan.

Selanjutnya, AI Stock Comparison memungkinkan investor membandingkan hingga lima saham secara berdampingan menggunakan metrik dan visual teknikal yang konsisten. Fitur tersebut juga menyajikan contextual ranking berdasarkan Decision Lens, horizon, dan dimensi pilihan investor.

Sementara itu, UI/UX Real Time menghubungkan berbagai fitur kecerdasan dalam satu alur penggunaan. Investor dapat berpindah dari AI Screener menuju Market Clarity, Pattern Recognition, AI Trade Flow, AI Analytics, dan AI Stock Comparison.

Kemudian, AI Inferencing menjadi fondasi komputasi untuk menghubungkan dan memeriksa silang berbagai indikator pasar, mulai harga, volume, trade flow, smart money, fundamental hingga valuasi.

Baca Juga: PAN Setuju Parliamentary Threshold Dibahas Koalisi, Minta Tak Lebih dari 4 Persen

Market Radar membantu investor menemukan saham berdasarkan kondisi yang dipantau secara real time. Penyaringan dapat dilakukan berdasarkan aktivitas, harga, arus dana hingga agresivitas transaksi.

Untuk analisis teknikal, tersedia fitur Technical Reading yang membantu membaca tren, pola, support dan resistance secara otomatis. Fitur tersebut mencakup moving average, osilator, RSI, pivot, serta sinyal bullish dan bearish.

Berikutnya, Pattern Recognition menggunakan alur Detect, Cross-Check, Validate, dan Interpret. Fitur tersebut memindai pola teknikal dan mengujinya dengan indikator lain, seperti harga, volume, smart money, serta aktivitas asing.

AI Technical Radar memungkinkan investor memindai pasar berdasarkan kondisi teknikal tertentu, antara lain bottom reversal, bullish atau bearish divergence, price-indicator alignment, dan breakout.

Sedangkan AI Trade Flow digunakan untuk membaca arus dana di balik pergerakan harga. Fitur ini memiliki mode Snapshot dan Menu. Snapshot menampilkan kondisi arus dana pada satu saham, termasuk Smart Money, aktivitas asing, agresivitas transaksi, dan Overall Flow.

Mode Menu memungkinkan investor menyaring saham berdasarkan kategori atau kondisi arus dana tertentu.

Moleonoto mengatakan berbagai fitur tersebut dirancang untuk memangkas waktu analisis tanpa menghilangkan kedalaman data yang tersedia bagi investor.

“Investor juga tak perlu mengerti teknologi cognitive compression untuk menghubungkan informasi, AI Inferencing untuk memproses dan validasi berbagai sinyal dan kecerdasan lain serta AI Interpretation Engine menghasilkan pemahaman komunikasi antara investor dan IPOT X,” ujarnya.

Baca Juga: KPK Temukan Amplop Berisi Uang saat Geledah BPN Mojokerto

Ia menjelaskan, teknologi yang digunakan IPOT X menghasilkan empat pengalaman utama bagi investor, yakni Always-On Multi-Agent AI, Real-Time Market Intelligence, Cognitive Compression, dan Explainable Intelligence.

Always-On Multi-Agent AI memungkinkan sistem memantau berbagai aspek pasar. Real-Time Market Intelligence membantu investor mengetahui perubahan penting dengan lebih cepat. Cognitive Compression ditujukan untuk mengurangi beban informasi, sedangkan Explainable Intelligence membantu memberikan konteks sebelum keputusan investasi dibuat.

“Mesin presisi IPOT X bekerja lebih keras. Investor tetap memegang kendali. Kompleksitas diproses di belakang. Market clarity muncul di depan. Kasta teknologi IPOT X semakin tinggi, pengalaman investor semakin sederhana,” pungkasnya. (*)

Editor : M Tahang
artificial intelligence IPOT X Indo Premier Sekuritas Investasi Saham teknologi ai