
batampos – Persaingan dalam pengembangan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan kini semakin ketat, tidak hanya di negara-negara maju tetapi juga di kawasan Asia Tenggara. Di tengah percepatan transformasi digital tersebut, Indonesia dinilai harus memperkuat investasi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar tidak tertinggal dalam kompetisi global.
Semangat tersebut menjadi dasar penyelenggaraan NVIDIA AI Campus Seminar 2026 yang digelar Institut Teknologi Batam (ITEBA) bekerja sama dengan NVIDIA Indonesia, Jumat (3/7/2026).
Seminar ini mempertemukan akademisi, praktisi teknologi, mahasiswa, serta pelaku industri untuk membahas perkembangan terbaru AI dan implementasinya di berbagai sektor strategis.
Penyelenggara berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat ekosistem digital di Batam melalui peningkatan kompetensi SDM serta memperluas kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas teknologi, dan dunia industri.
NVIDIA: AI Tidak Bisa Dilarang, Harus Diajarkan dengan Benar
Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Andrian Lesmono, menegaskan perkembangan teknologi AI merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Menurutnya, pendekatan yang tepat bukan membatasi penggunaan AI, melainkan memberikan edukasi mengenai cara pemanfaatannya secara bertanggung jawab.
"Kalau tidak diajarkan cara memakainya, justru bisa menimbulkan masalah baru. Institusi pendidikan, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi, harus memberikan panduan yang jelas mengenai penggunaan AI," ujar Andrian.
Ia mencontohkan pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan. Menurutnya, mahasiswa dapat menggunakan AI untuk mencari ide maupun referensi, tetapi hasil akhir tetap harus merupakan karya orisinal dan penggunaan AI perlu diungkapkan secara transparan.
Andrian juga mendorong perguruan tinggi untuk memperbanyak kompetisi, riset, serta proyek berbasis AI agar mahasiswa terdorong menciptakan inovasi yang memberikan solusi nyata.
"Semua negara sekarang sedang berlomba. Vietnam, Malaysia, Singapura, semuanya bergerak cepat. Kita tidak boleh hanya menonton. Kita harus berlari, tetapi tetap dengan arah yang jelas," katanya.
AI Lokal Dinilai Lebih Aman untuk Data Sensitif
Dalam seminar tersebut, praktisi AI sekaligus kreator konten teknologi, Anjas Maradita, memaparkan tren perkembangan local AI, yaitu model kecerdasan buatan yang dapat dijalankan langsung di komputer tanpa bergantung sepenuhnya pada layanan komputasi awan (cloud).



