batampos - China dan Amerika Serikat (AS) sepakat memperdalam kerja sama di sektor batu bara, termasuk melalui peningkatan pasokan batu bara dari AS ke China dalam beberapa tahun mendatang.
Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari hasil konsultasi perdagangan dan ekonomi kedua negara. Kementerian Perdagangan China menyebut impor batu bara dari AS akan dimasukkan dalam kerangka pengurangan tarif secara timbal balik.
Dalam pernyataannya, Kementerian Perdagangan China mengatakan delegasi ekonomi dan perdagangan kedua negara mencapai konsensus mengenai tarif impor batu bara dari AS.
“Delegasi ekonomi dan perdagangan China dan AS mencapai konsensus bahwa tarif China atas impor batu bara dari AS akan dimasukkan dalam kerangka pengurangan tarif secara timbal balik berdasarkan prinsip 30 miliar dolar AS untuk 30 miliar dolar AS,” demikian pernyataan Kementerian Perdagangan China seperti dilaporkan RIA Novosti, Senin.
Kebijakan tersebut diperkirakan membuka ruang bagi peningkatan impor batu bara AS oleh China pada 2027 dan 2028.
Kementerian Perdagangan China berharap kesepakatan tersebut dapat mendorong hubungan dagang kedua negara, khususnya di sektor batu bara.
“Kami berharap melalui upaya bersama, kerja sama antara China dan AS di sektor batu bara akan terus diperdalam; sehingga memastikan keuntungan bersama dan hasil yang memenuhi kepentingan kedua pihak,” kata kementerian tersebut.
Batu Bara AS Jadi Pelengkap Pasar China
Kementerian Perdagangan China menyebut impor batu bara dari AS akan menjadi pelengkap bagi pasar batu bara domestik China.
Di sisi lain, peningkatan ekspor batu bara ke China dinilai dapat memberikan pendapatan ekonomi dan menjaga lapangan pekerjaan di industri batu bara AS.
China juga menilai perdagangan batu bara tersebut dapat berkontribusi terhadap upaya stabilisasi dan perluasan perdagangan bilateral antara Beijing dan Washington.
Kesepakatan sektor batu bara itu merupakan bagian dari pembahasan perdagangan yang lebih luas. Dalam konsultasi tersebut, China dan AS sepakat untuk saling menurunkan tarif atas impor barang masing-masing dengan nilai total sekitar 30 miliar dolar AS.
Pada saat yang sama, tarif terhadap sekitar 90 persen barang terkait dari masing-masing pihak akan diturunkan ke tingkat tarif negara yang paling diuntungkan atau most-favored-nation (MFN).
Xi Jinping Bertemu Donald Trump
Perkembangan hubungan dagang China dan AS tersebut berlangsung setelah Presiden China Xi Jinping melakukan kunjungan kenegaraan ke Amerika Serikat pada 23-25 September.
Kunjungan tersebut dilakukan atas undangan Presiden AS Donald Trump dan menjadi bagian dari agenda diplomasi kedua negara di tengah pembahasan mengenai hubungan perdagangan dan ekonomi.
Dengan masuknya batu bara dalam kerangka pengurangan tarif secara timbal balik, sektor energi menjadi salah satu bagian dari pembahasan perdagangan China-AS yang berpotensi mengalami peningkatan kerja sama pada 2027 dan 2028. (*)
Editor : Putut Ariyo