Konektivitas Digital RI Tembus 90 Persen, Ini Fokus Pemerintah

jpg • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 13:11 WIB
Pekerja melakukan perawatan jaringan internet di Jakarta, Rabu (17/6). FOTO: Salman Toyibi/Jawa Pos
Pekerja melakukan perawatan jaringan internet di Jakarta, Rabu (17/6). FOTO: Salman Toyibi/Jawa Pos

batampos – Cakupan konektivitas digital di Indonesia telah mencapai lebih dari 90 persen. Pemerintah kini menggeser fokus dari sekadar memperluas cakupan menuju peningkatan kualitas layanan agar konektivitas digital memberikan manfaat yang lebih nyata bagi masyarakat.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Angga Raka Prabowo mengatakan peningkatan kualitas konektivitas membutuhkan sinergi antara pemerintah dan industri. Kolaborasi tersebut dinilai semakin penting seiring perkembangan teknologi yang berlangsung cepat.

“Ya, capaiannya sekarang sudah hampir lebih dari 90 persen konektivitas itu sendiri, itu sudah ter-cover, tapi kan tadi yang saya sampaikan kita tidak hanya bicara tentang konektivitas itu sendiri, kita bicara bagaimana kualitasnya lebih baik,” ujar Angga dalam Upacara Peringatan Hari Bhakti Postel ke-81 di Halaman Kantor Pusat PT Pos Indonesia, Bandung, Jawa Barat, Minggu (27/9).

Menurut Angga, kolaborasi pemerintah dan industri diperlukan untuk membangun infrastruktur sekaligus ekosistem telekomunikasi digital yang semakin baik.

“Itulah dibutuhkan sinergi antara pemerintah juga industri. Hari ini kan kemajuan teknologi juga begitu cepat, nah inilah semangat itu yang sedang kita tumbuhkan,” jelasnya.

Salah satu langkah pemerintah adalah memanfaatkan spektrum frekuensi 700 MHz untuk memperluas cakupan layanan 4G sekaligus mengurangi wilayah yang masih mengalami blank spot.

Frekuensi tersebut dinilai memiliki peran penting bagi operator seluler dalam memperkuat jangkauan jaringan, terutama di wilayah yang belum terlayani secara optimal.

“Baru-baru ini kita baru merilis frekuensi 700 dan 2600. Apa gunanya 700 itu bagi teman-teman di operator seluler dan di lingkungan komunikasi? Sangat penting untuk coverage area, bagaimana 700 untuk teknologi 4G untuk menutup semua daerah-daerah blank spot kita,” ungkapnya.

Sementara itu, frekuensi 2.600 MHz diarahkan untuk meningkatkan kualitas dan pengembangan layanan 5G. Angga mengatakan spektrum tersebut telah digelar dan kini telah dimiliki seluruh operator seluler.

“2600 untuk apa? Untuk lompatan kita untuk kualitas 5G. Seperti kita tahu, 5G kita mungkin sebelumnya sebarannya masih belum luas. Alhamdulillah dengan 2600 ini sudah kita gelar dan semua operator seluler sudah memiliki,” kata Angga.

Pemerintah menargetkan perkembangan teknologi 5G di Indonesia semakin luas dan berkualitas dalam tiga tahun ke depan. Fokusnya bukan hanya pada perluasan jaringan, tetapi juga peningkatan kualitas layanan serta keterjangkauan bagi masyarakat.

“Harapannya tiga tahun ke depan kita melihat perkembangan teknologi 5G di Indonesia semakin besar, semakin baik, terutama kualitas layanan kepada publik dan juga harga yang terjangkau tentunya,” tegasnya.

Angga menambahkan, peningkatan konektivitas dan kualitas layanan merupakan bagian dari arah transformasi digital Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Transformasi tersebut, kata dia, bertumpu pada tiga hal, yakni masyarakat semakin terkoneksi, ekonomi dan inovasi terus tumbuh, serta pemanfaatan teknologi berlangsung secara aman dan bertanggung jawab.

“Ya hari ini kita sedang menuju ke arah transformasi digital dari Kementerian Komunikasi dan Digital sendiri. Kita mengedepankan terhubung, tumbuh dan terjaga,” pungkas Angga. (*)

Editor : Putut Ariyo
Konektivitas digital 5G 4G transformasi digital komdigi