Transaksi QRIS di Kepri Melesat 144 Persen, BI: Transformasi Digital Makin Kuat

batampos – Penggunaan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Kepulauan Riau terus menunjukkan tren positif. Seiring pertumbuhan ekonomi daerah yang masih menjadi yang tertinggi di Sumatera, transaksi QRIS pada Triwulan I 2026 melonjak hingga tiga digit.
Data Bank Indonesia (BI) mencatat volume transaksi QRIS di Kepri tumbuh 144,08 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, nilai transaksi mencapai Rp3,86 triliun, mencerminkan semakin luasnya pemanfaatan pembayaran digital oleh masyarakat maupun pelaku usaha.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Riau, Rony Widijarto, mengatakan peningkatan tersebut menjadi indikator semakin cepatnya proses digitalisasi sistem pembayaran di daerah.
Baca Juga: Dukung Kawasan Industri Masa Depan di Batam, PLTU Tanjung Sauh Tambah Pasokan 300 MW
"Pesatnya pertumbuhan transaksi QRIS menunjukkan transformasi digital di Kepri berjalan semakin baik," ujarnya, Sabtu (18/7).
Menurut Rony, lonjakan transaksi dipengaruhi oleh semakin banyaknya pelaku usaha yang menerima pembayaran melalui QRIS serta perubahan perilaku masyarakat yang kini lebih memilih transaksi non-tunai karena lebih praktis, cepat, dan aman.
Selain perkembangan sistem pembayaran digital, BI juga mencatat posisi net outflow uang kartal di Kepulauan Riau pada Triwulan I 2026 mencapai Rp989 miliar.
Di sisi lain, kinerja ekonomi Kepri tetap menunjukkan daya tahan yang kuat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perekonomian Kepulauan Riau tumbuh 7,04 persen pada Triwulan I 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Meski sedikit melambat dibandingkan pertumbuhan 7,89 persen pada Triwulan IV 2025, capaian tersebut masih berada di atas pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,61 persen dan menjadi yang tertinggi di Pulau Sumatera.



