Pelabuhan Pengambengan Bakal Disulap Jadi Hub Maritim Modern

Antara • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 12:12 WIB
PPN Pengambengan di Jembrana, Bali, akan dikembangkan menjadi pelabuhan perikanan kelas dunia. Groundbreaking Selasa (29/9/2026) jadi tonggak transformasi pelabuhan perikanan yang modern, terintegrasi, produktif, dan ramah lingkungan.
PPN Pengambengan di Jembrana, Bali, akan dikembangkan menjadi pelabuhan perikanan kelas dunia. Groundbreaking Selasa (29/9/2026) jadi tonggak transformasi pelabuhan perikanan yang modern, terintegrasi, produktif, dan ramah lingkungan.

batampos - Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp1,2 triliun untuk mengembangkan Pelabuhan Perikanan Pengambengan di Kabupaten Jembrana, Bali, menjadi pusat maritim modern dan terintegrasi.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pengembangan pelabuhan tersebut tidak hanya diarahkan untuk memperkuat sektor perikanan komersial, tetapi juga mendukung aktivitas industri dan pariwisata di Bali.

"Angka yang kami gelontorkan di sini tidak kurang dari Rp1,2 triliun. Ini akan menjadi pelabuhan yang sangat modern dan tertata," kata Trenggono saat groundbreaking proyek di Jembrana, Selasa (29/9).

Menurut Trenggono, proyek dengan skala besar tersebut membutuhkan pembiayaan yang komprehensif agar seluruh fasilitas pendukung dapat dibangun secara terintegrasi.

"Saya tidak mau anggaran pembangunan Pengambengan hanya Rp500 miliar atau Rp600 miliar. Saya ingin membangunnya dengan benar sekaligus; kami ingin membangunnya secara benar-benar terintegrasi," ujarnya.

Pengambengan Gantikan Peran Benoa untuk Perikanan

Trenggono menjelaskan Pengambengan dipilih sebagai lokasi pengembangan karena Pelabuhan Benoa yang berada di wilayah selatan Bali dinilai tidak lagi sesuai untuk kegiatan perikanan dalam skala besar.

Lokasi Benoa yang berdekatan dengan kawasan konservasi mangrove membuat pelabuhan tersebut kini lebih diarahkan untuk mendukung sektor pariwisata.

Karena itu, pemerintah mengalihkan fokus kegiatan perikanan komersial ke Pengambengan. Konsep pengembangan pelabuhan tersebut mengadopsi desain pelabuhan perikanan modern yang diterapkan di sejumlah negara, termasuk Australia, Jepang, Turki, Spanyol, dan negara-negara Eropa lainnya.

Selain aspek infrastruktur, pemerintah juga menekankan penerapan standar lingkungan yang ketat, terutama terkait kebersihan dan pengelolaan limbah.

Seluruh fasilitas industri yang beroperasi di kawasan pelabuhan nantinya diwajibkan terhubung dengan sistem pengolahan air limbah terpusat.

"Setelah ini dibangun, prasyaratnya adalah air limbah harus dikelola dengan baik, sehingga pelabuhan ini dapat berhasil menggabungkan potensi industri dan pariwisata," kata Trenggono.

Pengembangan Pelabuhan Ditargetkan Buka 25.000 Lapangan Kerja

Modernisasi Pelabuhan Pengambengan juga diharapkan memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja. Pemerintah memperkirakan pengembangan kawasan tersebut dapat menciptakan sekitar 25.000 lapangan kerja.

Trenggono mendorong pemerintah daerah menyiapkan program pendidikan dan pelatihan vokasi yang sesuai dengan kebutuhan tenaga kerja di kawasan pelabuhan.

Menurut dia, masyarakat lokal perlu mendapatkan kesempatan untuk mengisi lapangan pekerjaan yang tercipta melalui peningkatan keterampilan dan pendidikan.

"Para pekerja di sini idealnya adalah orang Bali. Kita tidak perlu bergantung pada pekerja migran dari Jawa. Masyarakat Bali setempat harus bisa mendapatkan pekerjaan yang baik ini melalui pelatihan dan pendidikan yang tepat," ujarnya.

Pemerintah berharap modernisasi Pelabuhan Pengambengan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat pesisir sekaligus mendukung sektor pariwisata Bali yang telah menjadi salah satu tujuan wisata utama dunia. (*)

Editor : Putut Ariyo
Pelabuhan Pengambengan ekonomi maritim bali kkp perikanan