Wisman Batam Meledak, Hotel Justru Sepi

Jamaluddin Lobang • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 05:53 WIB
infografis
infografis

batampos – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam melonjak pada Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam mencatat sebanyak 183.281 wisman berkunjung sepanjang bulan tersebut.

Jumlah itu menjadi kunjungan bulanan tertinggi sepanjang Januari-Agustus 2026. Dibandingkan Juli 2026 yang mencatat 143.523 kunjungan, jumlah wisman pada Agustus meningkat 27,70 persen.

Jika dibandingkan dengan Agustus 2025 yang mencatat 146.897 kunjungan, terjadi kenaikan 36.384 kunjungan atau 24,77 persen.

Dengan tambahan tersebut, total kunjungan wisman ke Batam sepanjang Januari-Agustus 2026 mencapai 1.147.738 kunjungan.

Singapura dan Malaysia Dominasi Wisman Batam

Kepala BPS Kota Batam Devi Indriastuti mengatakan wisatawan asal Singapura masih menjadi penyumbang terbesar kunjungan wisman ke Batam.

Pada Agustus 2026, wisman Singapura tercatat sebanyak 72.793 kunjungan atau 39,72 persen dari total kunjungan.

Malaysia berada di posisi berikutnya dengan 71.760 kunjungan atau 39,15 persen. Setelah itu terdapat wisman asal China sebanyak 6.269 kunjungan, India 4.714 kunjungan, dan Filipina 2.113 kunjungan.

“Dengan demikian, Singapura dan Malaysia menyumbang hampir 80 persen dari seluruh kunjungan wisman ke Batam selama Agustus,” ujar Devi, Minggu (4/10).

Wisman masuk ke Batam melalui sejumlah pintu utama, yakni Pelabuhan Ferry Batam Center, Nongsa Pura, Harbourbay, Pelabuhan Internasional Sekupang, serta Bandara Internasional Hang Nadim.

Libur Nasional hingga Event Dorong Kunjungan

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam Ardiwinata mengatakan peningkatan kunjungan wisman pada Agustus tidak terlepas dari sejumlah faktor.

Salah satunya momentum libur nasional di Singapura dan Malaysia yang bertepatan dengan akhir pekan. Kondisi tersebut mendorong masyarakat kedua negara melakukan perjalanan ke Batam.

Selain momentum libur, Ardiwinata menilai daya tarik Batam semakin kuat karena didukung aksesibilitas, fasilitas, dan atraksi wisata.

“Kalau di daerah wisata itu ada tiga, pertama akses, kemudian amenities, dan atraksi,” kata Ardiwinata.

Dari sisi akses, kedekatan geografis Batam dengan Singapura dan Malaysia menjadi salah satu keunggulan. Konektivitas transportasi yang semakin mudah juga menjadi pertimbangan wisatawan.

Bagi wisatawan Malaysia, fleksibilitas waktu perjalanan menjadi salah satu daya tarik. Wisatawan dapat berangkat sejak pagi dan kembali pada sore hari.

Sementara dari sisi fasilitas, Batam memiliki berbagai penunjang pariwisata, mulai dari hotel, restoran, pusat perbelanjaan hingga tempat hiburan.

“Hotel kita bagus, tempat restoran, hiburan, shopping mall, dan atraksinya kita banyak,” ujarnya.

Ardiwinata menambahkan, wisata belanja masih menjadi bagian penting dari karakter pariwisata Batam. Wisman tidak hanya datang untuk menikmati destinasi, tetapi juga memiliki banyak pilihan untuk berbelanja selama berada di Batam.

Berbagai event yang digelar sepanjang tahun, mulai dari pariwisata, budaya, olahraga hingga ekonomi kreatif, juga dinilai turut memperkuat daya tarik Batam.

“Event-eventnya banyak,” katanya.

Wisman Naik, Hunian Hotel Batam Justru Turun

Di tengah lonjakan kunjungan wisman, kinerja hotel berbintang di Batam justru menunjukkan arah berbeda.

Data BPS mencatat Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Batam pada Agustus 2026 sebesar 51,91 persen. Angka tersebut turun 3,41 poin dibandingkan Juli yang mencapai 55,32 persen.

Rata-rata lama menginap tamu hotel berbintang juga mengalami penurunan. Pada Agustus, tamu rata-rata menginap selama 1,75 malam, turun 0,11 poin dibandingkan bulan sebelumnya.

“Jika dibedakan berdasarkan asal tamu, wisatawan Indonesia rata-rata menginap 1,68 malam. Sementara tamu asing sedikit lebih lama, yakni 1,87 malam,” ujar Devi.

Data tersebut menunjukkan bahwa tingginya jumlah wisman yang datang ke Batam belum otomatis diikuti peningkatan lama tinggal di hotel.

Padahal, semakin lama wisatawan tinggal, semakin besar pula peluang mereka menggunakan akomodasi, menikmati kuliner, berbelanja, serta mengunjungi berbagai destinasi wisata di Batam.

Secara regional, TPK hotel berbintang di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada Agustus 2026 mencapai 48,53 persen. Angka itu turun 1,68 poin dibandingkan Juli yang berada di level 50,21 persen.

Meski turun secara bulanan, TPK hotel berbintang Kepri masih meningkat 0,48 poin dibandingkan Agustus 2025.

Sementara secara nasional, TPK hotel berbintang tercatat sebesar 52,52 persen. Artinya, tingkat hunian hotel berbintang di Kepri masih 3,99 poin di bawah rata-rata nasional.

Untuk Batam, TPK sebesar 51,91 persen masih berada di atas rata-rata Kepri. Namun, penurunan secara bulanan menjadi catatan bahwa pertumbuhan kunjungan wisman perlu diikuti strategi untuk memperpanjang masa tinggal wisatawan.

Batam Kejar Target 1,7 Juta Wisman

Dengan capaian 1.147.738 kunjungan hingga Agustus 2026, Pemko Batam masih membidik target 1,7 juta kunjungan wisman sepanjang tahun ini.

Artinya, Batam membutuhkan tambahan sekitar 552.262 kunjungan pada September-Desember untuk mencapai target tersebut.

Jika dibagi rata dalam empat bulan terakhir, Batam membutuhkan sekitar 138 ribu kunjungan wisman per bulan.

Ardiwinata optimistis momentum peningkatan kunjungan dapat dipertahankan hingga akhir tahun, termasuk saat memasuki periode libur Desember.

Pemko Batam, kata dia, akan terus memperkuat kalender event sekaligus menjaga berbagai faktor pendukung pariwisata, seperti akses, fasilitas, destinasi dan keamanan.

“Batam harus aman, tertib dan nyaman. Itu penting,” ujarnya.

Menurut Ardiwinata, kedekatan Batam dengan negara tetangga, kemudahan akses, fasilitas wisata, dan beragam atraksi menjadi modal untuk mempertahankan pertumbuhan kunjungan hingga penghujung 2026.

Tantangan pariwisata Batam kini bukan hanya mendatangkan lebih banyak wisman, tetapi juga mendorong wisatawan agar tinggal lebih lama dan membelanjakan lebih banyak uang selama berada di Batam.

Dengan demikian, lonjakan jumlah kunjungan wisman dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi sektor hotel, restoran, pusat perbelanjaan, transportasi, hingga pelaku usaha pariwisata lokal. (*)

Editor : Putut Ariyo
wisman Batam pariwisata batam bps batam batam kepri