Danantara Bidik Investasi Pencipta Lapangan Kerja dan Pendorong Industrialisasi

Antara • Dipublikasikan Minggu, 11 Oktober 2026 | 12:01 WIB
CEO PT Danantara Development Management Fund (DDMF) Sigit Puji Santosa. (ANTARA/HO - DDMF)
CEO PT Danantara Development Management Fund (DDMF) Sigit Puji Santosa. (ANTARA/HO - DDMF)

batampos – Danantara Development Management Fund (DDMF) membidik investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri nasional, dan meningkatkan nilai tambah ekonomi. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia melalui investasi pembangunan jangka panjang.

CEO PT Danantara Development Management Fund (DDMF) Sigit Puji Santosa mengatakan, investasi strategis tidak seharusnya berhenti pada pembangunan aset fisik. Investasi juga perlu mendorong pertumbuhan ekosistem industri, memperluas peluang usaha, serta meningkatkan keterampilan tenaga kerja.

“Melalui investasi pembangunan yang terukur dan kolaboratif, proyek strategis diharapkan tidak berhenti pada pembangunan aset. Proyek tersebut perlu menumbuhkan ekosistem industri, memperluas peluang usaha, meningkatkan keterampilan tenaga kerja, dan menghadirkan manfaat sosial-ekonomi jangka panjang,” ujar Sigit dalam keterangannya di Jakarta, Minggu.

Menurut dia, investasi juga harus menjadi instrumen untuk meningkatkan daya saing sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

DDMF memprioritaskan sejumlah sektor yang berkaitan dengan kebutuhan strategis Indonesia. Sektor tersebut meliputi ketahanan pangan, kemandirian energi dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur dan ketahanan bencana, ekonomi rakyat dan desa, serta pengentasan kemiskinan.

Sigit menilai, investasi jangka panjang perlu diarahkan untuk meningkatkan kapasitas produksi, membuka lapangan kerja, mengembangkan talenta, dan membangun industri bernilai tambah tinggi. Upaya tersebut dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi turut memperkuat fondasi pembangunan nasional.

Indonesia, lanjut dia, memiliki modal berupa sumber daya alam, pasar domestik yang besar, serta basis manufaktur yang dapat menjadi pijakan transformasi ekonomi.

Berdasarkan data Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) Trade in Value Added (TiVA) 2025, sekitar 82 persen nilai ekspor manufaktur Indonesia tercipta di dalam negeri. Angka tersebut setara dengan China sebesar 81 persen dan lebih tinggi dibandingkan Malaysia, Korea Selatan, serta Vietnam.

“Namun, kontribusi Indonesia terhadap ekspor manufaktur global masih sekitar 0,3 persen. Kondisi ini menunjukkan peluang besar untuk meningkatkan skala, kompleksitas, dan daya saing industri nasional,” kata Sigit.

DDMF dibentuk untuk menjembatani kebutuhan pembangunan nasional dengan proyek-proyek yang layak secara ekonomi, tetapi membutuhkan waktu lebih panjang untuk mencapai kelayakan finansial.

Dalam menjalankan mandatnya, DDMF berperan menyiapkan proyek, menyusun struktur investasi yang layak dibiayai (bankable), memobilisasi modal jangka panjang, serta mengawal pelaksanaan proyek hingga menghasilkan dampak.

Sigit mengatakan, pendekatan tersebut menjadi bagian dari investasi katalitik (catalytic investment), yakni upaya mendorong proyek strategis yang memiliki manfaat ekonomi dan sosial jangka panjang.

“DDMF hadir untuk memediasi kebutuhan pembangunan nasional dengan proyek-proyek yang secara ekonomi viable, tetapi membutuhkan waktu lebih panjang untuk mencapai hasilnya. Karena itu, kami menjalankan peran catalytic investment agar dampak strategis dan ekonomi proyek dapat dikapitalisasi,” ujarnya.

Dalam menilai suatu investasi, DDMF mempertimbangkan tiga aspek sekaligus, yaitu nilai dan dampak strategis, kelayakan ekonomi, serta kelayakan finansial.

Dengan pendekatan tersebut, keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari imbal hasil investasi, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan lapangan kerja, memperkuat rantai pasok domestik, mengurangi ketergantungan impor, serta meningkatkan kemampuan industri dan teknologi nasional. (*)

Editor : M Tahang
Danantara Industrialisasi Lapangan Kerja DDMF investasi