batampos - Merek kecantikan asal Bali, Sensatia, resmi membuka gerai pertamanya di Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), di lantai dasar One Batam Mall, Jumat (16/10). Ekspansi ini menjadi langkah perusahaan untuk menjangkau konsumen di Batam yang memiliki posisi strategis dan konektivitas kuat dengan Singapura serta Malaysia.
Pembukaan gerai tersebut ditandai dengan seremoni yang dihadiri perwakilan Sensatia, tamu undangan, dan sejumlah influencer. Dalam rangka pembukaan, Sensatia menawarkan berbagai promo hingga Minggu (18/10), mulai dari potongan harga, voucher belanja, hingga hadiah langsung bagi 50 pembeli pertama.
Asisten Marketing Communications Manager Sensatia, Lydiana Kristiawan, mengatakan promo tersebut disiapkan khusus untuk menyambut konsumen di Batam.
“Dalam rangka pembukaan, ada beberapa promo yang kami berikan khusus untuk warga Batam. Ada diskon, produk gratis, dan beberapa penawaran lainnya,” kata Lydiana.
Ia menjelaskan, gerai di One Batam Mall merupakan gerai pertama Sensatia di Kepulauan Riau. Sebelumnya, merek ini telah memperluas jaringan ritel ke sejumlah kota di Indonesia, termasuk Palembang, Sumatera Selatan, dan Medan, Sumatera Utara.
Sensatia Hadirkan Produk Skincare hingga Perawatan Pria
Sensatia menawarkan berbagai produk perawatan diri untuk memenuhi kebutuhan konsumen, mulai dari perawatan kulit wajah dan tubuh hingga produk gaya hidup seperti minyak esensial atau essential oil.
Pilihan produknya juga mencakup rangkaian perawatan untuk ibu hamil, bayi, dan anak-anak. Untuk konsumen pria, tersedia produk seperti pomade dan krim cukur.
Menurut Lydiana, konsumen yang masih bingung menentukan produk sesuai kebutuhan kulit dapat berkonsultasi dengan pihak gerai sebelum melakukan pembelian.
Dari sisi harga, produk Sensatia dibanderol mulai sekitar Rp75 ribu. Konsumen juga dapat memilih paket hadiah atau gift set untuk berbagai keperluan, mulai dari hadiah bagi keluarga dan teman hingga rekan kerja.
Kehadiran gerai fisik di Batam diharapkan memudahkan konsumen mengenal produk sekaligus mendapatkan rekomendasi sesuai kebutuhan perawatan diri mereka.
Berawal dari Produksi Sabun di Bali pada 2000
Sensatia berdiri pada 2000 di Desa Jasri, Karangasem, Bali. Perusahaan ini bermula dari tim kecil yang memproduksi sabun mandi berbahan minyak kelapa, sebelum berkembang menjadi merek perawatan kulit dengan beragam lini produk.
Selama lebih dari dua dekade, Sensatia mengembangkan bisnis dengan mengusung konsep clean beauty dan penggunaan bahan-bahan yang dipilih secara cermat. Seluruh produknya diproduksi di Bali dengan bahan baku yang diperoleh dari berbagai sumber di dunia.
Dalam informasi perusahaan, formulasi produknya tidak menggunakan sejumlah bahan tertentu, antara lain paraben, sulfat, silikon, minyak sawit, pewarna sintetis, dan wewangian buatan. Perusahaan juga menekankan pengujian bahan baku serta pengawasan mutu selama proses produksi.
Fasilitas manufaktur Sensatia telah memperoleh sertifikat Cara Pembuatan Kosmetik yang Baik (CPKB) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Standar tersebut mengacu pada prinsip Good Manufacturing Practice (GMP) untuk kosmetik sesuai pedoman ASEAN.
Perusahaan juga menyatakan telah mengantongi sertifikat halal dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Produk kosmetiknya memiliki notifikasi BPOM sesuai ketentuan yang berlaku.
Sensatia Kembangkan Program Daur Ulang Kemasan
Selain mengembangkan produk perawatan diri, Sensatia mengusung prinsip keberlanjutan dalam operasional bisnisnya. Salah satu upayanya adalah menggunakan plastik daur ulang untuk kemasan produk tertentu.
Perusahaan juga menyebut sejumlah produk bilas, seperti sabun mandi dan sampo, diformulasikan agar dapat terurai secara hayati atau biodegradable. Karakteristik tersebut bergantung pada formulasi masing-masing produk.
Di tingkat konsumen, Sensatia menjalankan program pengembalian botol kosong di gerai-gerainya. Pelanggan dapat membawa kembali kemasan tertentu untuk dikumpulkan dan dikelola bersama pihak ketiga.
Melalui program tersebut, pelanggan berkesempatan memperoleh poin yang dapat ditukarkan sesuai ketentuan perusahaan. Sensatia juga menggunakan tas belanja yang diklaim lebih mudah terurai.
Komitmen sosial perusahaan turut mencakup kegiatan bersih-bersih pura dan pantai di sekitar Desa Jasri, Karangasem, serta donasi rutin kepada komunitas setempat.
Sensatia juga menerapkan skema pembagian hasil bagi karyawan. Berdasarkan informasi perusahaan, lebih dari 60 persen karyawannya berasal dari Karangasem, Bali.
Batam Dinilai Strategis untuk Ekspansi Sensatia
Founder sekaligus CEO Sensatia, Michael Lorenti, menilai Batam memiliki potensi sebagai pasar strategis karena karakter kota industri dan posisinya yang terhubung dengan negara-negara tetangga.
Dalam siaran pers perusahaan yang merujuk data BP Batam, ekonomi Batam pada triwulan II 2026 tumbuh 7,28 persen secara tahunan atau year-on-year (YoY). Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi Kepulauan Riau yang tercatat 6,99 persen.
Pertumbuhan ekonomi dan konektivitas regional menjadi sejumlah pertimbangan perusahaan dalam memperluas jangkauan pasar di luar Bali dan kota-kota lain yang telah dimasuki.
“Kami melihat karakter Batam yang unik sebagai kota industri dan keterhubungannya dengan Singapura serta Malaysia sebagai peluang untuk memperkenalkan Sensatia kepada pasar yang lebih luas,” ujar Michael.
Saat ini, Sensatia mengklaim telah memiliki lebih dari 40 gerai di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Bali, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Barat. Perusahaan juga memiliki satu gerai internasional di Malaysia.
Pembukaan gerai di One Batam Mall diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap produk Sensatia sekaligus menjangkau wisatawan yang berkunjung ke Batam.
Informasi lebih lanjut mengenai produk dan program perusahaan dapat diakses melalui situs resmi sensatia.com dan akun Instagram @sensatiabotanicals. (*)
Editor : Putut Ariyo