Kepri Tetap Jadi Destinasi Liburan, Pelaku Wisata Diminta Jaga Pelayanan

Jailani. • Dipublikasikan Sabtu, 17 Oktober 2026 | 09:24 WIB
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, Hasan (kiri)
Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, Hasan (kiri)

batampos – Pelaku industri pariwisata di Kepulauan Riau (Kepri) diminta tetap menjaga kualitas pelayanan di tengah kondisi jerebu yang melanda sejumlah wilayah dan gangguan kelistrikan yang sempat terjadi. Keramahan, keamanan, serta kenyamanan wisatawan menjadi faktor penting untuk mempertahankan kepercayaan pengunjung, baik dari dalam maupun luar negeri.

Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, Hasan, menyampaikan hal tersebut saat pembukaan Batam Travel Mart yang digelar ASITA Kepri di Mega Mall Batam Centre, Jumat (16/10).

Hasan mengatakan, Kepri memiliki keunggulan sebagai destinasi wisata karena letaknya yang strategis, terutama bagi wisatawan dari Singapura dan Malaysia. Selain itu, Kepri juga berpotensi menarik wisatawan dari India, China, Korea Selatan, dan Jepang.

Konektivitas transportasi, pilihan akomodasi, destinasi wisata, serta kuliner menjadi modal yang perlu terus diperkuat untuk menjaga daya tarik pariwisata daerah.

“Kami mengajak seluruh pelaku industri pariwisata di Kepri untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan. Keramahan, keamanan, dan kenyamanan harus menjadi prioritas agar Kepri tetap menjadi destinasi pilihan wisatawan mancanegara maupun nusantara,” ujar Hasan.

Kelistrikan Kembali Normal, Jerebu Masih Jadi Perhatian

Hasan menyebut gangguan kelistrikan yang terjadi sebelumnya telah kembali normal. Pemprov Kepri mengapresiasi langkah cepat PLN Batam, pemerintah daerah, dan aparat keamanan dalam menangani gangguan tersebut.

Sementara itu, jerebu yang menyelimuti sejumlah wilayah Kepri disebut berasal dari luar daerah. Berbagai pihak terus berupaya menangani kondisi tersebut, sedangkan hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah diharapkan dapat membantu mengurangi asap.

Meski demikian, Hasan mengingatkan pelaku usaha pariwisata dan wisatawan agar tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan kesehatan. Informasi mengenai situasi terkini juga perlu disampaikan secara jelas dan proporsional supaya wisatawan dapat merencanakan perjalanan dengan baik.

Wisatawan diimbau memantau informasi kualitas udara dan menggunakan masker apabila diperlukan, terutama ketika kondisi udara belum sepenuhnya membaik.

“Kondisi yang terjadi belakangan ini tidak boleh mengurangi komitmen bersama untuk menjaga kepercayaan wisatawan,” tegasnya.

Wisata Bahari hingga Pusat Perbelanjaan Jadi Pilihan

Hasan mengajak wisatawan tetap mempertimbangkan berbagai pilihan destinasi di Kepri, mulai dari Batam, Bintan, Karimun, Tanjungpinang, Lingga, Natuna, hingga Kepulauan Anambas.

Kepri tidak hanya menawarkan wisata alam dan bahari. Wisatawan juga dapat memilih aktivitas dalam ruangan, seperti kegiatan Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE), wellness tourism atau wisata kebugaran, berbelanja, serta menikmati kuliner.

Pilihan tersebut dapat menjadi alternatif bagi pengunjung yang ingin menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lingkungan di destinasi yang dituju.

“Kami berharap wisatawan tetap dapat menikmati beragam pilihan wisata di Kepulauan Riau. Selain wisata alam dan bahari, tersedia pula pilihan wisata dalam ruangan seperti MICE, wellness, pusat perbelanjaan, dan kuliner. Namun, wisatawan tetap perlu memperhatikan informasi kondisi terkini dan menjaga kesehatan selama beraktivitas,” jelas Hasan.

Koordinasi Pelaku Wisata Perlu Diperkuat

Hasan menegaskan, menjaga kenyamanan wisatawan bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan pariwisata juga memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman berwisata yang positif.

Menurut dia, pelayanan yang ramah, informasi yang akurat, transportasi yang aman, serta kesiapan petugas di pintu-pintu masuk harus terus diperhatikan.

Ia turut mengapresiasi dukungan unsur Customs, Immigration, Quarantine, and Port Authority (CIQP), Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), pramuwisata, serta penyedia jasa transportasi pariwisata.

“Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri. Kami mengapresiasi dukungan CIQP, ASITA, PHRI, HPI, pramuwisata, serta penyedia jasa transportasi pariwisata. Kami berharap koordinasi dan kualitas pelayanan terus diperkuat agar setiap wisatawan yang datang ke Kepri merasa aman, nyaman, dan mendapatkan pengalaman berwisata yang baik,” kata Hasan.

Pemprov Kepri berharap sinergi seluruh pihak dapat menjaga standar pelayanan sekaligus mempertahankan kepercayaan wisatawan. Pelaku usaha juga diminta responsif terhadap kebutuhan pengunjung dan mengutamakan keselamatan dalam setiap layanan.

Dengan beragam pilihan destinasi dan dukungan pelaku industri, Kepri diharapkan tetap menjadi tujuan wisata yang menarik bagi wisatawan nusantara maupun mancanegara. (*)

Editor : Putut Ariyo
jerebu Kepri Batam Travel Mart Wisata Kepri asita kepri pariwisata kepri