Program Satu Orang Satu Rekening, Sasar 25 Juta Warga

jpg • Dipublikasikan Jumat, 23 Oktober 2026 | 05:59 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat berada di Kantor Pusat J Trust Bank, City Tower, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (27/8). FOTO: ISTIMEWA
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat berada di Kantor Pusat J Trust Bank, City Tower, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (27/8). FOTO: ISTIMEWA

batampos - Pemerintah menyiapkan anggaran Rp1,28 triliun untuk program Satu Orang Satu Rekening yang menyasar sekitar 25 juta warga berusia di atas 17 tahun dari kelompok desil 1 hingga 4.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, program tersebut ditujukan untuk meningkatkan inklusi keuangan nasional dari 93 persen menjadi mendekati 99 persen.

“Dengan program Satu Orang Satu Rekening ini, inklusivitas keuangan kita mendekati 99 persen. Jadi naik dari 93 persen menjadi 99 persen,” ujar Airlangga dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di Jakarta, Kamis (22/10).

Program Satu Orang Satu Rekening dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. Melalui program ini, pemerintah menargetkan jutaan warga yang belum memiliki rekening bank dapat memperoleh akses ke sistem perbankan.

Data calon penerima program disiapkan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan bank syariah dengan mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Badan Pusat Statistik (BPS), serta data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Pemerintah juga menyiapkan setoran awal Rp50.000 untuk setiap rekening yang dibuka. Dengan target sekitar 25 juta penerima, program ini diharapkan dapat memperluas kepemilikan rekening sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan layanan keuangan formal.

Rekening Baru untuk Penyaluran Bansos

Airlangga menegaskan, program Satu Orang Satu Rekening tidak hanya berorientasi pada pembukaan rekening. Pemerintah juga ingin memanfaatkan rekening tersebut untuk meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan sosial dan mendukung kegiatan ekonomi produktif masyarakat.

“Ini kami akan dorong untuk efektivitas penyaluran bantuan dan kegiatan produktif, jadi bukan soal hanya pembukaan rekening,” ujarnya.

Pemerintah berencana memanfaatkan rekening penerima untuk menyalurkan sejumlah bantuan. Salah satunya bantuan beras dengan anggaran Rp17,55 triliun yang ditujukan kepada 33.244.408 keluarga.

Selain itu, pemerintah menyalurkan bantuan subsidi upah sebesar Rp300.000 per bulan kepada 13,3 juta pekerja.

Menurut Airlangga, penggunaan rekening yang sama untuk penyaluran bantuan tersebut direncanakan mulai diterapkan pada kuartal IV 2026.

Pemanfaatan rekening untuk penyaluran bantuan diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan sekaligus mendukung penyaluran bantuan pemerintah secara lebih efektif.

Rekening Pelajar Diikuti 59,18 Juta Siswa

Selain menyasar masyarakat dewasa, pemerintah juga mendorong peningkatan inklusi keuangan sejak usia sekolah melalui program Rekening Pelajar.

Program tersebut telah diikuti 59,18 juta pelajar dengan total dana tabungan mencapai Rp27 triliun.

Capaian itu menjadi bagian dari upaya memperkenalkan layanan keuangan formal kepada generasi muda sekaligus membangun kebiasaan menabung sejak dini.

Melalui program Satu Orang Satu Rekening dan Rekening Pelajar, pemerintah berupaya memperluas kepemilikan rekening, meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan, serta mendukung penyaluran bantuan dan kegiatan ekonomi produktif. (*)

Editor : Putut Ariyo
bantuan sosial airlangga hartarto Inklusi Keuangan Satu Orang Satu Rekening ekonomi indonesia