batampos - Kasus penggelapan mobil keluar Batam hingga saat ini belum tuntas. Para korban belum mengetahui keberadaan mobilnya dan mendapatkan kepastian hukum terhadap para pelakunya.
“Sampai sekarang tidak ada kejelasan. Hanya diam-diam saja,” ujar Yuli, salah seorang korban.
Ia mengaku heran dengan lambatnya penanganan kasus ini. Padahal, ia sudah dimintai keterangan oleh Lantamal IV dan Polda Kepri.
“Korban terus bertambah. Kenapa sampai sekarang tidak ada ditangani,” katanya.
Menurut dia, para pelaku merupakan sindikat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Oleh karena itu, pelaku dengan mudah menggelapkan puluhan mobil keluar Batam.
"Mereka ini sindikat. Dengan mudahnya bawa mobil orang," ujarnya.
Ia mengatakan dengan tidak ditindaknya pelaku tersebut, kasus ini semakin menyulitkan para korban. Sebab, ia dilaporkan pihak leasing karena tidak melakukan pembayaran cicilan mobil tersebut.
"Saya sendiri sudah dilaporkan pihak leasing. Gimana mau bayar, mobil saya hilang sejak Maret lalu," ungkapnya.
Sebelumnya, Kasat Reskrim Polresta Barelang, AKP Giadi Nugraha mengatakan pihaknya hingga saat ini hanya menerima satu laporan korban penggelapan mobil keluar Batam. Untuk itu, meminta para korban segera melapor ke Mapolresta Barelang.
"Kita minta para korban datang ke Polres untuk membuat laporan. Karena di luar korban katanya banyak, sedangkan kita hanya menerima 1 laporan,” ujarnya.
Ia menjelaskan kedatangan para korban ke Mapolresta Barelang tersebut akan dipermudah untuk membuat laporan. Sebab, selama ini korban terkendala persyaratan terkait bukti kepemilikan mobil dr leasing.
“Akan kita arahkan, ke leasing juga,” katanya.
Menurut dia, laporan dari para korban tersebut untuk mendapatkan petunjuk para pelakunya. Selain itu, pihaknya turut berkoordinasi dengan POM Lantamal Batam. Sebab, kasus ini mulai terkuat dengan adanya keterlibatan dua anggota TNI AL.
“Kita sudah saling tukar informasi. Kemarin POM Lantamal Batam ada datang ke sini," katanya.
Ia menambahkan dalam kasus ini turut berkoodinasi dengan Polda Kepri. Sebab, beberapa korban mendatangi Polda Kepri dan membuat laporan masyarakat. “Kita koordinasikan juga ke Polda," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, puluhan warga Batam kehilangan mobilnya. Kendaraan tersebur digelapkan tersebut melalui Pelabuhan Telaga Punggur Nongsa. Pelaku mengincar mobil rental yang menunggak cicilannya.
Kemudian, pelaku menyebarkan atau menjual mobil tersebiu ke beberapa wilayah. Seperti Medan, Aceh, hingga Pulau Jawa. (*)