Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

  Penampungan Pekerja Wanita Digerebek Polisi, akan Dipekerjakan di Tempat Hiburan dan ke Kamboja  

Yofie Yuhendri • Sabtu, 6 Desember 2025 | 10:00 WIB

 

 

Polisi mengintrogasi pekerja wanita di Ruko Tunas Regency, Jumat (5/12) sore.
Polisi mengintrogasi pekerja wanita di Ruko Tunas Regency, Jumat (5/12) sore.

batampos- Subdit IV Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum Polda Kepri bersama Polsek Sagulung menggerebek lokasi penampungan pekerja wanita di Ruko Tunas Regency, Jumat (5/12) sore. Dari ruko berlantai II tersebut, polisi mengamankan 12 orang wanita, termasuk 2 anak dibawah umur.

 Pantauan Batam Pos, penggrebekan ini dipimpin Kanit Opsnal PPA Polda Kepri, AKP Haris Baltasar Nasution, Kapolsek Sagulung, Iptu Husnul Afkar dan Kanit Reskrim Polsek Sagulung, Iptu Anwar Aris.

 “Saya sudah lebih seminggu di sini,” ujar E, salah seorang korban di lokasi.

 Baca Juga: Resep Membuat Lasagna Soup yang Lagi Viral di Media Sosial

Belasan wanita ini didatangkan dari Medan, Sumatera Utara. Beberapa korban sudah dipekerjakan di tempat hiburan malam di Batam, dan 3 diantaranya akan dipekerjakan ke Kamboja.

 Selain korban, polisi turut mengamankan koordinator atau papi berinisial A. Polisi kemudian membawa seluruh orang ke Mapolda Kepri.

 Kanit Opsnal PPA Polda Kepri, AKP Haris Baltasar Nasution mengatakan penggrebekan ini berawal dari adanya informasi PMI ilegal yang hendak diberangkatkan dari Batam ke Kamboja.

 “Informasinya ada 3 orang. Setelah kita cek, ada belasan wanita di lokasi,” ujarnya.

 Haris menambahkan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap korban. Pemeriksaan mengarah kepada para pelaku yang merekrut, mengurus, dan mempekerjakan para korban.

 “Masih akan kita lakukan pemeriksaan,” katanya.

 Baca Juga: Sabtu, Pulau Siantan Tanpa Listrik Selama Enam Jam, Ini Penyebabnya

Sementata Titik, pedagang di samping penampungan mengatakan ia sudah mencurigai aktivitas dari dalam ruko tersebut. Sebab, beberapa korban terlihat keluar malam dengan pakaian minim.

“Beberapa korban beli makan, kata mereka ada yang bekerja di Batam dan ke Kamboja,” ujarnya. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#penampungan pekerja wanita