batampos – Dua peristiwa bunuh diri terjadi dalam rentang sehari di Batam, menambah deretan kasus serupa yang belakangan terjadi. Aparat masih menangani kedua kejadian tersebut, sementara psikolog mengingatkan pentingnya dukungan keluarga dan penanganan kesehatan mental sejak dini.
Kasus pertama terjadi di kawasan Simpang Tobing, Kampung Rawa Indah, Batuaji. Seorang pria berinisial RS (26) ditemukan meninggal dunia di kediamannya.
Sehari berselang, seorang pemuda berinisial SB (24) dilaporkan hilang setelah diduga melompat dari Jembatan III Barelang. Hingga kini, tim terkait masih melakukan pencarian.
Baca Juga: Disdukcapil Batam Ungkap KIA Bisa Dipakai Dapat Diskon
Psikolog Mahmud Syaltut mengatakan, tindakan bunuh diri umumnya dipicu tekanan psikologis berat, seperti depresi, masalah ekonomi, konflik keluarga, atau perasaan putus asa yang tidak tertangani.
“Siapa saja bisa mengalami tekanan mental. Ketika seseorang kehilangan pegangan secara spiritual dan tidak mendapat dukungan lingkungan, risikonya meningkat,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagian korban sebelumnya pernah menunjukkan tanda-tanda atau percobaan serupa. Tanpa pendampingan yang tepat, kondisi tersebut bisa berulang.
Karena itu, keluarga dan lingkungan diminta lebih peka terhadap perubahan perilaku, seperti menarik diri dari pergaulan, mudah putus asa, atau sering mengungkapkan kelelahan emosional.
“Pendampingan sangat penting. Jangan biarkan seseorang menghadapi tekanan sendirian,” katanya.
Baca Juga: Setahun Amsakar–Li Claudia Pimpin Batam: Ujian Integrasi Pemko dan BP Batam Dimulai
Bagi masyarakat yang mengalami tekanan psikologis berat, disarankan segera mencari bantuan profesional, berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater, serta berbicara dengan keluarga atau sahabat terpercaya. Dukungan sejak dini dapat membantu mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Jika kamu atau orang di sekitarmu sedang kesulitan, kamu tidak sendirian. Bantuan tersedia melalui layanan konseling di rumah sakit, puskesmas, atau komunitas kesehatan mental setempat di Batam. (*)
Editor : Jamil Qasim