batampos – Momentum Idulfitri 1447 Hijriah dimanfaatkan warga binaan di Batam untuk melepas rindu dengan keluarga. Rumah Tahanan Negara Kelas IIA Batam dan Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Batam membuka layanan kunjungan khusus (open house) selama momen Lebaran.
Kepala Rutan Batam, Fajar Teguh Wibowo, mengatakan layanan kunjungan dibuka selama tiga hari, mulai hari pertama Idulfitri hingga H+3.
“Ini sebagai bentuk pelayanan kemanusiaan agar warga binaan tetap bisa merasakan suasana Lebaran bersama keluarga,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, setiap pengunjung wajib melalui proses pemeriksaan identitas dan badan. Sistem antrean juga diterapkan untuk menjaga ketertiban.
Pengunjung diperbolehkan membawa makanan dari luar, namun harus diperiksa terlebih dahulu oleh petugas sebelum diberikan kepada warga binaan.
Fajar menjelaskan, satu warga binaan hanya dapat dikunjungi maksimal lima orang dalam satu sesi, dengan durasi kunjungan sekitar 20 menit.
“Pengaturan ini dilakukan agar semua keluarga mendapat kesempatan yang sama,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Batam, Yosafat Rizanto, menyebut open house di lapas digelar setelah pelaksanaan Salat Id dan penyerahan remisi, yakni pada hari raya, H+2, dan H+3 Idulfitri.
Kunjungan di lapas menggunakan sistem blanko besukan, dengan satu blanko berlaku untuk maksimal lima orang. Jika jumlah pengunjung lebih banyak, maka harus menggunakan lebih dari satu blanko.
“Durasi kunjungan bersifat tentatif menyesuaikan kondisi di lapangan, namun tetap mengikuti SOP,” ujar Yosafat.
Saat ini, jumlah warga binaan di Lapas Batam tercatat sebanyak 1.111 orang.
Melalui program ini, diharapkan warga binaan tetap dapat merasakan kehangatan Lebaran bersama keluarga, tanpa mengabaikan aspek keamanan dan ketertiban di lingkungan pemasyarakatan. (*)
Editor : M Tahang