Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Kasus Pungli Imigrasi, Romo Paschal: Alarm Keras untuk Batam

Muhammad Syaban • Jumat, 3 April 2026 | 08:30 WIB
Aktivis kemanusiaan sekaligus Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP) Keuskupan Pangkal Pinang, Chrisanctus Paschalis Saturnus. F. Dokumen Pribadi untuk Batam Pos
Aktivis kemanusiaan sekaligus Ketua Komisi Keadilan, Perdamaian, dan Pastoral Migran Perantau (KKPPMP) Keuskupan Pangkal Pinang, Chrisanctus Paschalis Saturnus. F. Dokumen Pribadi untuk Batam Pos

batampos – Dugaan praktik pungutan liar (pungli) oleh oknum petugas imigrasi di Batam terus menuai sorotan. Kasus yang menyasar wisatawan asing ini dinilai menjadi peringatan serius bagi citra Batam sebagai gerbang utama Indonesia di kawasan perbatasan.

Aktivis kemanusiaan, Chrisanctus Paschalis Saturnus atau Romo Paschal, menilai peristiwa tersebut berpotensi memengaruhi persepsi wisatawan mancanegara. Menurutnya, Batam memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

“Batam itu wajah Indonesia di perbatasan. Kasus seperti ini tentu berpotensi mencoreng citra, apalagi jika sampai viral,” ujarnya, Rabu (1/4).

Baca Juga: Imbas Pungli di Pelabuhan Internasional Batam Center, Kepala Imigrasi Batam Dicopot

Meski demikian, ia menegaskan bahwa citra sebuah kota tidak semata ditentukan oleh satu peristiwa. Respons pemerintah dan aparat justru menjadi faktor penentu dalam membangun kembali kepercayaan publik.

“Yang menentukan bukan hanya kasusnya, tapi bagaimana penanganannya. Transparansi dan penegakan hukum yang tegas bisa memulihkan kepercayaan,” jelasnya.

Romo Paschal menilai aspek keamanan menjadi pertimbangan utama bagi wisatawan dalam menentukan tujuan perjalanan. Jika kasus serupa terus berulang tanpa penanganan yang jelas, kepercayaan wisatawan berpotensi menurun.

Namun, ia optimistis kepercayaan publik masih dapat dipulihkan, selama aparat bertindak cepat dan tanpa kompromi terhadap pelaku.

Baca Juga: Pertama Setelah 50 Tahun, NASA Kirim Astronaut ke Bulan Lewat Misi Artemis II

“Kalau ditangani dengan serius dan sistem diperbaiki, kepercayaan bisa kembali. Yang berbahaya itu kalau ada kesan pembiaran,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Hajar Aswad, menyatakan proses investigasi masih berlangsung dan menunggu hasil dari pemerintah pusat.

“Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dari kementerian. Sanksinya bisa ringan hingga berat,” ujarnya.

Ia menambahkan, sanksi tegas hingga pemecatan terbuka kemungkinan diterapkan jika terbukti terjadi pelanggaran berat.

Baca Juga: Trump Kembali Tuai Kritik Keras Setelah Batasi Voting via Pos Jelang Pemilu Paruh Waktu di AS

Kasus ini sebelumnya menyeret oknum petugas imigrasi berinisial JS yang diduga bekerja sama dengan calo dalam praktik pungli terhadap wisatawan asing di pintu masuk Batam.

Di tengah upaya meningkatkan kunjungan wisatawan, kasus ini menjadi catatan penting bagi perbaikan sistem layanan. Penanganan yang cepat, transparan, dan tegas dinilai menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan dan citra Batam di mata dunia. (*)

Editor : M Tahang
#Romo Paschal #pungli #imigrasi batam #wisatawan