Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Penyidikan Berlanjut, CIMB Niaga Siap Hadiri Pemeriksaan

Yashinta • Senin, 20 April 2026 | 15:01 WIB
Nasabah CIMB Niaga Batam yang diduga menjadi korban pembobolan rekening Rp 1,8 miliar menunjukan aplikasi BizChannelCIMB. F. Yashinta/Batam Pos
Nasabah CIMB Niaga Batam yang diduga menjadi korban pembobolan rekening Rp 1,8 miliar menunjukan aplikasi BizChannelCIMB. F. Yashinta/Batam Pos

batampos – Penyidikan kasus dugaan pembobolan rekening nasabah terus bergulir di Polda Kepri. Terbaru, pihak CIMB Niaga memastikan akan memenuhi panggilan penyidik setelah sebelumnya sempat tertunda.

Kasubdit V Siber Ditreskrimsus Polda Kepulauan Riau, AKBP Arif Mahari, mengatakan pihaknya telah menerima konfirmasi resmi dari kantor pusat bank tersebut. Dalam surat yang diterima, CIMB Niaga menyatakan kesediaannya hadir untuk pemeriksaan pada 27 April mendatang.

“Sudah ada konfirmasi dari CIMB Niaga pusat. Mereka akan memenuhi panggilan penyidik pada 27 April,” ujar Arif.

Ia berharap jadwal pemeriksaan kali ini tidak kembali mengalami penundaan, mengingat kehadiran pihak bank dinilai krusial untuk mengungkap duduk perkara kasus tersebut.

“Harapan kami tidak ada penundaan lagi, agar proses penyelidikan bisa segera tuntas,” tegasnya.

Saat ini, penyidik masih mengandalkan keterangan dari para korban serta pihak bank di tingkat cabang. Namun, informasi yang diperoleh dinilai belum memberikan gambaran utuh terkait mekanisme kejadian.

“Keterangan sejauh ini masih dari korban dan pihak cabang di Batam. Tapi memang belum ada titik terang,” jelasnya.

Sebelumnya, agenda pemeriksaan sempat tertunda karena saksi dari pihak bank belum memenuhi panggilan penyidik.

Polda Kepri diketahui tengah menangani tiga laporan dugaan pembobolan rekening yang melibatkan lima perusahaan dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah. Penyidik menemukan indikasi pola kejadian yang serupa.

Kasus pertama dialami PT XSS dengan kerugian Rp1,86 miliar pada 23 Desember 2025. Kemudian, tiga perusahaan—PT Laras Era Perdana, PT Mustika Mas Sejati, dan PT Ismadi Salam—yang tergabung dalam satu akun BizChannel mengalami kerugian sekitar Rp750 juta pada 30 Desember 2025. Sementara itu, PT GMBR melaporkan kerugian terbesar, yakni Rp3,4 miliar pada Februari 2026.

Di sisi lain, Direktur PT XSS, Heru, mengaku tetap optimistis dana perusahaannya dapat kembali. Ia menilai kejadian tersebut bukan akibat kelalaian, melainkan adanya dugaan kelemahan pada sistem keamanan perbankan.

Heru menyebut telah melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak bank sekitar 20 menit sebelum transaksi pembobolan terjadi. Namun, upaya pencegahan dinilai tidak berjalan maksimal.

“Saya sudah lapor sebelum kejadian, tapi tetap terjadi pembobolan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti sistem deteksi transaksi pada layanan BizChannel yang dinilai belum mampu mengantisipasi aktivitas tidak wajar dalam jumlah besar.

“Seharusnya ada sistem yang bisa mendeteksi transaksi mencurigakan, tapi ini tidak terdeteksi,” katanya.

Meski demikian, Heru menegaskan telah menjalankan seluruh prosedur, mulai dari melapor ke pihak bank hingga ke kepolisian pada hari yang sama.

“Saya yakin uang itu bisa kembali karena saya tidak merasa lalai,” tegasnya. (*)

Editor : Jamil Qasim
#CIMB Niaga #pembobolan rekening