batampos - Peredaran narkoba di Batam dinilai tidak bisa lagi dipandang sebagai persoalan pribadi pengguna. Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus atau Romo Paschal menilai di balik ketergantungan pengguna terdapat jaringan bisnis yang mencari keuntungan dengan merusak manusia, keluarga, hingga masyarakat.
“Kalau ada yang menganggap peredaran narkoba sebagai persoalan kecil, sebagai bagian dari dunia habitat, atau selesai urusan pribadi pengguna, justru cara berpikir seperti itulah yang sedang sakit,” kata Romo Paschal, Kamis (20/8).
Aktivis kemanusiaan tersebut mengatakan, dampak narkoba jauh melampaui persoalan kesehatan pengguna. Narkoba dapat merusak kemampuan berpikir, menghancurkan keluarga, hingga merampas masa depan generasi muda.
“Narkoba tidak hanya menghancurkan tubuh, tapi juga menghancurkan akal sehat, merusak keluarga, merampas masa depan anak-anak muda,” ujarnya.
Karena itu, Romo Paschal meminta persoalan narkoba dilihat sebagai kejahatan sosial dan terorganisasi. Penangkapan seorang pengguna atau pengedar, menurut dia, tidak akan menyelesaikan persoalan jika jaringan yang memasok narkoba masih terus beroperasi.
Baca Juga: THM Digerebek, DPRD Batam Siapkan Evaluasi Pengawasan
Ia juga menyoroti penindakan Bareskrim Polri terhadap sejumlah tempat hiburan malam (THM) di Batam. Romo Paschal mempertanyakan konsistensi penegakan hukum apabila penindakan hanya dilakukan terhadap lokasi tertentu.
Ia mengaku mendapat pertanyaan dari masyarakat mengenai alasan Bareskrim hanya menyasar Planet Holiday, sementara THM lain yang diduga berkaitan dengan peredaran narkoba tidak ikut diperiksa.
Menurutnya, masyarakat membutuhkan penegakan hukum yang konsisten dan tanpa pandang bulu. Jika ditemukan adanya jaringan, seluruh mata rantainya harus ditelusuri hingga ke pihak yang memperoleh keuntungan.
“Perlahan-lahan mengubah manusia menjadi korban dari sebuah bisnis yang hanya mengenal satu ukuran, yaitu serakah,” katanya.
Romo Paschal mengapresiasi langkah kepolisian yang telah melakukan penindakan dan menangkap pihak yang diduga terlibat dalam jaringan narkoba. Namun, ia meminta pengusutan tidak berhenti pada pelaku yang berada di lapangan.
Ia mendorong Kapolri dan seluruh jajaran kepolisian menyisir jaringan narkoba secara menyeluruh. Termasuk menelusuri kemungkinan adanya pihak yang melindungi, membekingi, maupun membiarkan bisnis tersebut tetap berjalan.
“Terima kasih kepada Kapolri, akhirnya tertangkap. Sikat semua jaringan mafia,” ujarnya.
Menurut Romo Paschal, perang terhadap narkoba tidak cukup dilakukan melalui operasi sesekali. Penindakan harus disertai pembongkaran jaringan dan pengawasan secara konsisten.
Baca Juga: Pelarian DPO Narkoba THM Batam Berakhir di Malaysia, B Akhirnya Ditangkap
Sebab, ketika narkoba hanya dipandang sebagai persoalan pengguna, pihak-pihak yang mendapatkan keuntungan dari bisnis tersebut berpotensi luput dari penindakan. Padahal, korban narkoba tidak hanya satu orang, tetapi dapat merembet kepada keluarga dan masyarakat.
Karena itu, ia meminta aparat tidak berhenti pada perkara yang sedang menjadi sorotan publik. Pemberantasan narkoba harus dilakukan hingga sumber dan jaringan pemasoknya.
“Kalau mau sikat, sikat sampai ke akarnya,” tegas Romo Paschal. (*)
Editor : Yofi Yuhendri