Bentrokan Jembatan III Barelang, Enam Orang Diamankan

Eusebius Sara • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 13:47 WIB

 

Pihak PT SAT Bangun Sukses bersama keluarga korban bentrokan di Jembatan III Barelang saat berada di RS Bhayangkara Polda Kepri, Senin (14/9) Malam. F. Jamaluddin/Batam Pos
Pihak PT SAT Bangun Sukses bersama keluarga korban bentrokan di Jembatan III Barelang saat berada di RS Bhayangkara Polda Kepri, Senin (14/9) Malam. F. Jamaluddin/Batam Pos

 

batampos - Polisi mengamankan enam orang yang diduga berkaitan dengan bentrokan dua kelompok di kawasan Pulau Setokok, Jembatan III Barelang, Batam, Senin (14/9). Bentrokan tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya terluka.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono mengatakan, keenam orang tersebut diamankan untuk menjalani pemeriksaan. Polisi masih mendalami peran masing-masing dalam peristiwa yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa tersebut.

“Total diamankan ada enam orang yang untuk diposisikan korban. Ini masih kita kembangkan lagi, kami mohon waktu. Ini juga akan dikembangkan keseluruhan,” kata Anggoro.

Ia menegaskan, dari enam orang yang diamankan terdapat pihak yang diduga berkaitan langsung dengan penyebab kematian korban. Mereka masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik.

“Beberapa orang telah diamankan dan sudah ada terduga pelaku yang sedang proses diambil keterangan,” ujarnya.

Baca Juga: Enam Pejabat Strategis Polda Kepri Berganti, Dua Kapolres Dimutasi

Polisi belum merinci identitas maupun peran masing-masing orang yang diamankan. Penyidik masih mencocokkan keterangan para pihak dengan bukti-bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.

Terkait penyebab kematian dua korban, polisi menduga adanya penggunaan senjata angin. Namun, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui pemeriksaan medis.

“Itu dugaan awal. Untuk proses visum dan otopsi masih berjalan. Nanti akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Anggoro.

Selain dua korban meninggal dunia, bentrokan tersebut juga mengakibatkan sejumlah orang terluka. Anggoro menyebut tujuh orang mengalami luka dari salah satu pihak, sementara tiga lainnya terluka dari kelompok sebelah.

Para korban kemudian dibawa ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Dua korban meninggal dunia, yakni Edi Palue dan Heri alias Black Ende, dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri Batam. Keduanya menjalani pemeriksaan dan otopsi untuk membantu penyidik mengungkap penyebab kematian.

Setelah proses pemeriksaan medis selesai, jenazah kedua korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Sementara itu, sejumlah korban luka masih menjalani perawatan di beberapa rumah sakit. Alfosius dan M. Husni Huda dirawat di RS Awal Bros Batuaji, Komaruddin Koli di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, serta Bastian di RSUD Embung Fatimah.

Baca Juga: Sengketa Lahan Berujung Bentrokan di Jembatan III, Dua Orang Tewas

Dua korban lainnya, Rusli Yamnani dan Stenly, mendapatkan perawatan di RS Bunda Halimah Batam.

Polisi memastikan situasi di kawasan Jembatan III Barelang telah aman dan kondusif. Tim gabungan masih disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan bentrokan susulan.

Anggoro menegaskan proses hukum tetap berjalan. Penyidik masih mengembangkan kasus tersebut untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat sekaligus memastikan penyebab pasti kematian kedua korban. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Konflik Lahan Jembatan III Barelang Setokok polresta barelang Kapolresta