Futsal Antarpelajar di Temenggung Diwarnai Keributan

Eusebius Sara • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 16:31 WIB
Ilustrasi keributan remaja
Ilustrasi keributan remaja

 
batampos - Pertandingan futsal antarpelajar di GOR Sport Hall Stadion Temenggung Abdul Jamal, Mukakuning, Seibeduk, Selasa (6/10), diwarnai keributan antarpemain. Aksi saling dorong tersebut terekam video dan viral di media sosial.

Dalam video yang beredar, keributan terjadi saat pertandingan masih berlangsung. Sejumlah pemain tampak terlibat gesekan hingga suasana pertandingan memanas. Personel kepolisian yang melakukan pengamanan di lokasi langsung turun tangan untuk mengendalikan situasi.

Kapolsek Seibeduk Iptu Ady Satrio Gustian membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan keributan dipicu gesekan antarpemain. Polisi yang berada di lokasi langsung melakukan pengamanan sehingga keributan tidak berkembang lebih luas.

“Memang sudah ada personel kami di sana dan situasi bisa kita atasi. Itu ada gesekan sesama pemain, terjadi keributan dan kita kendalikan oleh personel kita yang bersiaga di sana,” ujar Ady.

Menurutnya, kehadiran polisi memang untuk mengamankan jalannya pertandingan. Setelah keributan berhasil dikendalikan, pertandingan kembali berlangsung dan situasi di sekitar lokasi tetap kondusif.

“Setelah pertandingan sampai saat ini situasi aman dan terkendali. Kami hanya melakukan pengamanan,” tegasnya.

Meski demikian, informasi mengenai potensi keributan setelah pertandingan sempat berkembang di tengah masyarakat. Kekhawatiran muncul karena pertandingan futsal antarpelajar sebelumnya juga beberapa kali disebut diwarnai keributan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian agar gesekan antarpemain tidak berkembang menjadi persoalan berkepanjangan atau memicu dendam antarpelajar.

Sejumlah netizen berharap kejadian ini menjadi perhatian panitia, sekolah, guru pendamping, Dispora, hingga aparat keamanan. Ilham, salah seorang netizen, menilai pengawasan selama pertandingan perlu diperketat agar keributan serupa tidak kembali terjadi.

Ia khawatir kejadian yang berulang dapat memicu dendam dan membuat persoalan antarpelajar terus berlanjut pada pertandingan berikutnya. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Seibeduk Stadion Temenggung Abdul Jamal mukakuning pelajar futsal