Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

BMSDA Temukan Sampah dan Sedimentasi Jadi Penyumbat Drainase Piayu

R
Penulis: Rengga Yuliandra❯
Drainase di Jalan S. Parman, Sei Beduk yang tersumbat akibat sampah dan sedimentasi. F.Ist untuk Batam Pos
Drainase di Jalan S. Parman, Sei Beduk yang tersumbat akibat sampah dan sedimentasi. F.Ist untuk Batam Pos

Advertisement

 
batampos
- Genangan air yang terjadi di Jalan S. Parman, depan Ruko Permata Piayu, Kecamatan Sei Beduk, disebabkan saluran drainase yang tidak mampu menampung aliran air. Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Batam menemukan tumpukan sampah bercampur sedimentasi menjadi penyebab utama penyumbatan.

Kepala BMSDA Kota Batam, Metra Dinata, mengatakan temuan tersebut diketahui setelah Tim Bidang Drainase melakukan pembersihan saluran menyusul keluhan masyarakat terkait genangan yang telah berlangsung cukup lama.

“Dari hasil pembersihan, penyebab utama tersumbatnya drainase adalah banyaknya sampah yang bercampur dengan sedimentasi atau endapan lumpur di dalam saluran. Kondisi ini membuat kapasitas drainase berkurang sehingga aliran air tidak lancar dan akhirnya meluap ke badan jalan,” ujar Metra, Senin (3/8/2026).

Advertisement

Menurut dia, sedimentasi terjadi akibat endapan tanah dan material yang terbawa aliran air dalam waktu lama. Ketika bercampur dengan sampah rumah tangga maupun plastik yang dibuang sembarangan, saluran drainase semakin menyempit sehingga air tidak dapat mengalir secara optimal.

Metra menegaskan, BMSDA akan terus melakukan pemeliharaan rutin melalui normalisasi dan pembersihan drainase. Namun, upaya tersebut harus diikuti kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke saluran air.

“Petugas bisa membersihkan saluran, tetapi kalau kebiasaan membuang sampah ke drainase masih terus dilakukan, penyumbatan akan kembali terjadi. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan agar fungsi drainase tetap optimal,” katanya.

Advertisement

Ia juga mengapresiasi warga yang aktif menyampaikan laporan terkait persoalan infrastruktur. Menurutnya, partisipasi masyarakat membantu pemerintah melakukan penanganan lebih cepat.

Sebelumnya, warga mengeluhkan genangan air di sepanjang Jalan S. Parman, Piayu Laut, yang telah terjadi lebih dari dua bulan. Air bahkan tetap meluap meski tidak turun hujan sehingga badan jalan menjadi basah, licin, dan ditumbuhi lumut.

Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan bau tidak sedap serta meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.

Metra mengingatkan persoalan genangan tidak hanya berkaitan dengan curah hujan, tetapi juga dipengaruhi kondisi saluran air dan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Advertisement

Artikel Terkait

Drainase Tersumbat di Piayu Laut Dibersihkan, Warga Keluhkan Genangan Dua Bulan

Drainase Tersumbat di Piayu Laut Dibersihkan, Warga Keluhkan Genangan Dua Bulan

Drainase yang tersumbat di sepanjang Jalan S. Parman, kawasan Piayu Laut, Kecamatan Sei Beduk, sempat menyebabkan air meluap.

Drainase Tersumbat Dua Bulan, Jalan Piayu Laut Tergenang dan Rawan Kecelakaan

Drainase Tersumbat Dua Bulan, Jalan Piayu Laut Tergenang dan Rawan Kecelakaan

Warga di kawasan Piayu Laut, Kecamatan Sei Beduk, mengeluhkan kondisi drainase di sepanjang Jalan S Parman yang tersumbat

 Pencuri Besi Drainase di Batam Positif Sabu, Polda Kepri Telusuri Bandar Narkoba di Kampung Aceh

Pencuri Besi Drainase di Batam Positif Sabu, Polda Kepri Telusuri Bandar Narkoba di Kampung Aceh

Polda Kepri mendalami asal sabu yang dikonsumsi pencuri besi drainase di Batam setelah hasil tes urine menunjukkan positif narkotika.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer