Mahasiswi Magang Tewas Kecelakaan, Polisi Segera Gelar Perkara

Eusebius Sara • Dipublikasikan Senin, 26 Oktober 2026 | 16:50 WIB
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas

 
batampos - Penyidik Satlantas Polresta Barelang masih mendalami kecelakaan maut yang menewaskan Sepriani Wirda Nengsih, mahasiswi D3 Teknik Sipil Politeknik Negeri Padang yang sedang menjalani magang di Batam.

Polisi menunggu hasil visum kematian korban sebelum menggelar perkara untuk menentukan langkah hukum selanjutnya terhadap pengemudi Hyundai Santa Fe yang terlibat kecelakaan.

Kanit Gakkum Satlantas Polresta Barelang, Iptu M. Jefri Adil Akbar, mengatakan pengemudi mobil tersebut masih berstatus terduga pelanggar. Polisi belum menetapkan status hukum lebih lanjut karena masih menunggu hasil pemeriksaan medis terhadap korban meninggal dunia.

“Statusnya masih terduga pelanggar. Kami menunggu hasil visum kematian. Kalau hasilnya sudah keluar, langsung dilakukan gelar perkara,” ujar Jefri, Senin (26/10).

Kecelakaan terjadi di Jalan Gajah Mada, tepatnya di depan lokasi konstruksi PT Puri Global Sukses, Jumat (23/10) sekitar pukul 17.07 WIB. Insiden itu melibatkan sepeda motor Honda Beat BM 3972 ABZ yang dikendarai RGW dengan penumpang Sepriani, serta mobil Hyundai Santa Fe BP 1618 IJ yang dikemudikan seorang pria berinisial WA.

Berdasarkan kronologi awal kepolisian, sepeda motor yang ditumpangi kedua perempuan tersebut baru keluar dari area konstruksi dan hendak memasuki jalan melalui lajur satu. Pada saat bersamaan, Hyundai Santa Fe melaju dari arah Bundaran Pasir Putih menuju Bundaran Ocarina.

Baca Juga: Tumpahan Solar Permata Hijau–Basecamp, Belasan Pemotor Terjatuh

Sebelum tabrakan terjadi, pengemudi mobil diduga menundukkan kepala untuk mengambil telepon genggam yang berada di dasbor. Akibatnya, perhatian pengemudi tidak tertuju ke jalan di depan hingga mobil menabrak bagian belakang sepeda motor.

“Dia menunduk mengambil handphone di dasbor mobil sehingga tidak melihat ke depan,” kata Jefri.

Benturan menyebabkan sepeda motor dan kedua korban terjatuh. Sepeda motor tersebut terseret hingga sekitar 30 meter. RGW mengalami luka berat, sedangkan Sepriani meninggal dunia setelah dibawa ke rumah sakit.

Polisi juga masih mendalami alasan pengemudi tidak menghentikan kendaraannya setelah tabrakan. Berdasarkan keterangan awal, mobil yang digunakan merupakan kendaraan bertransmisi otomatis dan dalam kondisi normal saat kejadian. Informasi tersebut turut didalami untuk mengetahui rangkaian peristiwa setelah benturan.

Sebelumnya, kecelakaan ini sempat memicu ketegangan di lokasi setelah sejumlah pengendara dan warga menghadang mobil yang terlibat. Rekaman peristiwa yang beredar di media sosial memperlihatkan sepeda motor terseret dan warga berusaha menghentikan kendaraan tersebut.

Polisi masih mendalami seluruh rangkaian kejadian untuk memastikan penyebab kecelakaan dan menentukan pertanggungjawaban pengemudi berdasarkan hasil penyelidikan serta gelar perkara. (*)

Editor : Yofi Yuhendri
Kecelakaan maut Batam Sepriani Wirda Nengsih Hyundai Santa Fe mahasiwi magang satlantas polresta barelang