Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Karhutla Masih Ancam Batam, Polisi Perketat Pengawasan

Eusebius Sara • Rabu, 1 April 2026 | 19:00 WIB
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono
Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono

 batampos – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Batam belum sepenuhnya mereda, meski hujan mulai turun dalam beberapa hari terakhir. Aparat kepolisian bersama masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi munculnya titik api.

Kapolresta Barelang, Kombes Pol Anggoro Wicaksono, menegaskan penanganan karhutla masih menjadi prioritas utama. Hal itu disampaikannya usai berkoordinasi dengan Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin di Mapolresta Barelang, Selasa (31/3).

Menurutnya, curah hujan yang belum merata membuat kondisi lahan masih kering dan rawan terbakar. Karena itu, seluruh jajaran kepolisian di bawah Polda Kepri tetap siaga dengan memperkuat pemantauan di wilayah rawan.

Baca Juga: Vonis Tak Sesuai Tuntutan, Kejari Batam Resmi Ajukan Banding Kasus Sabu 1,9 Ton

“Langkah antisipasi kami lakukan secara terkoordinasi hingga ke tingkat polsek, agar penanganan titik api bisa cepat dan tidak meluas,” ujarnya.

Selain upaya teknis, kepolisian juga menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Hal kecil bisa berdampak besar jika tidak dikendalikan,” tegasnya.

Di tengah kondisi tersebut, masyarakat Batam juga melakukan ikhtiar spiritual dengan menggelar salat istisqa. Kegiatan ini berlangsung di Pondok Pesantren Mambaul Hidayah, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Rabu (1/4).

Salat istisqa yang dimulai sekitar pukul 08.00 WIB itu dipimpin Ustadz Nurrohman dan diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai unsur, mulai dari pelajar, tokoh agama hingga unsur Forkopimcam dan kepolisian.

Baca Juga: KARA Isyaratkan Reuni 2026, Pernyataan Member Jadi Petunjuk Kuat

Kapolsek Nongsa, Kompol Eriman, turut hadir bersama jajaran pemerintah kecamatan dan tokoh masyarakat. Kehadiran lintas unsur ini mencerminkan sinergi dalam menghadapi dampak kekeringan dan ancaman karhutla.

Dalam tausiahnya, Ustadz Nurrohman mengajak masyarakat meningkatkan ibadah, memperbanyak istighfar, serta menunaikan zakat dan sedekah sebagai bagian dari ikhtiar spiritual.

Selain itu, masyarakat juga diingatkan untuk menjaga lingkungan dan menggunakan air secara bijak agar upaya pencegahan karhutla dapat berjalan seiring dengan kesadaran kolektif menjaga alam.

Upaya teknis dan spiritual diharapkan mampu menekan risiko kebakaran sekaligus menjaga ketersediaan air di tengah musim kemarau yang belum sepenuhnya berakhir. (*)

Editor : M Tahang
#karhutla