Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Batam Waspada Campak, Penularan Cepat Bisa Picu Komplikasi Serius

Muhammad Syaban • Kamis, 2 April 2026 | 08:30 WIB
Ilustrasi pasien dengan ruam merah akibat penyakit campak yang sangat menular. F. Sutterstock
Ilustrasi pasien dengan ruam merah akibat penyakit campak yang sangat menular. F. Sutterstock

 batampos – Pemerintah Kota Batam melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan campak. Penyakit ini dikenal sangat mudah menular dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak.

Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi, menegaskan penularan campak dapat terjadi dengan cepat jika tidak diantisipasi sejak dini.

“Penyakit ini sangat mudah menular, khususnya pada anak-anak,” ujarnya, Selasa (1/4).

Baca Juga: Agunan BPKB Permudah Akses Dana Bergulir, Serapan di Batam Tembus Rp750 Juta

Ia menjelaskan, gejala campak muncul secara bertahap. Pada fase awal, penderita biasanya mengalami demam tinggi di atas 38,5 derajat Celsius, disertai batuk, pilek, dan mata merah.

Dalam kondisi tersebut, anak umumnya terlihat lemas dan kurang aktif. Tanda khas lain adalah munculnya bintik putih di dalam mulut atau Koplik spots, yang menjadi indikator kuat infeksi sebelum ruam muncul.

“Biasanya tiga sampai lima hari setelah demam, ruam mulai muncul di kulit,” jelasnya.

Ruam tersebut diawali dari wajah, kemudian menyebar ke seluruh tubuh dengan warna merah kecoklatan. Pada beberapa kasus, ruam dapat menyatu di area tertentu.

Didi menegaskan, campak bukan penyakit ringan. Risiko komplikasi seperti infeksi paru hingga gangguan serius lainnya dapat terjadi, terutama pada anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Baca Juga: 190 Kali Kebakaran Dalam Tiga Bulan, 85 Hektare Lahan Terbakar di Karimun

Karena itu, ia mengimbau orang tua memastikan anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal. Selain itu, kewaspadaan terhadap gejala awal juga sangat penting.

“Segera periksakan ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala. Jangan menunggu sampai kondisi memburuk,” tegasnya.

Ia menambahkan, pencegahan campak tidak hanya bergantung pada tenaga kesehatan, tetapi juga memerlukan kesadaran masyarakat.

“Dengan imunisasi dan kewaspadaan bersama, penyebaran campak bisa dicegah,” tutupnya. (*)

Editor : M Tahang
#dinkes batam #campak