batampos - Gelombang pencari kerja (pencaker) di Batam terus meningkat. Kota industri ini juga menjadi salah satu destinasi favorit bagi pencari kerja dari berbagai daerah di Indonesia. Tak heran, tingginya persaingan tersebut berimbas terhadap sulitnya pencaker mendapatkan pekerjaan, terutama yang tak memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pihak pemberi kerja.
Anggota DPRD Kota Batam, Muhammad Mustofa, menyampaikan, ke depan persaingan kerja semakin meningkat. Perusahaan di Batam juga terus berkembang, sehingga memengaruhi kebutuhan perusahaan.
”Kalau perusahaan terus bertumbuh. Terutama di bidang digital, makin banyak yang hadir dan berkembang. Ini sudah pasti membutuhkan tenaga kerja,” ujarnya, Jumat (25/5).
Tidak saja itu, pengembangan Kota Batam yang tengah direncanakan pemerintah juga diperkirakan akan membutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit. Namun, hal ini tidak serta merta membuat serapan tenaga kerja juga meningkat.
Pasalnya, pencari kerja yang ada saat ini belum memiliki pengalaman atau hanya di kelas soft skill. Sehingga, perlu upaya agar mereka ini bisa dan mampu untuk memasuki dunia kerja sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Lanjutnya, setiap tahun Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Tenaga Kerja menggelar pelatihan. Ia mendorong pelatihan ini tidak perlu banyak bidang, namun lebih kepada kualitas pelatihan yang diberikan.
”Kebutuhan sudah disampaikan berkali-kali yaitu welder, IT, dan beberapa kebutuhan lainnya di bidang offshore maupun galangan. Jika memungkinkan, pelatihan di bidang itu diperbanyak jumlah pesertanya,” ujar Mustofa.
Ia menilai, pelatihan harus mengutamakan hasil yang siap diserap oleh industri di Batam ini. Untuk itu, penting sekali pembenahan di bidang pelatihan ini, agar mereka yang siap dilatih langsung terserap. Diharapkan angka pengangguran di Batam ini turun, dan serapan tenaga kerja meningkat.
”Anggaran untuk pelatihan tidak sedikit. Setiap tahun puluhan miliar rupiah dialokasikan untuk pelatihan pencaker dan peningkatan kualitas. Sehingga, perusahan tak kesulitan lagi nyari welder misalnya,” beber Fraksi PKS ini.
Mustofa mengungkapkan, persiapan bisa dilakukan dari sekarang. Pendataan kebutuhan tenaga kerja di perusahaan akan menjadi acuan dalam menyiapkan tenaga kerja bagi perusa-haan.
”Misalnya butuh welder dasar, atau tingkatan apa begitu. Disnaker bisa mengadakan pelatihan sesuai rekomendasi perusahaan. Kalau kita sudah siapkan, mereka kan tidak ngaku kekurangan lagi. Sehingga perusahaan mereka berjalan lancar, dan tenaga kerja kita terserap dengan sempurna,” tutupnya.
Untuk diketahui, welder atau juru las masih menjadi salah satu pekerjaan yang banyak dicari oleh perusahaan, khusus-nya galangan kapal di Kota Batam. Bahkan, dari jenis pela-tihan yang dibuka Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam beberapa waktu lalu, welder menjadi salah satu pelatihan yang banyak dibuka dan paling banyak pendaftarnya.
Berdasarkan data Dinas Tena-ga Kerja Kota Batam, ada sejumlah pelatihan welder yang dibuka. Di antaranya, pelatihan Las 3G SMAW 20; pelatihan Las 5G (PIPE) SMAW; pelatihan Welder 3G/4G; pelatihan Welder Dasar; pelatihan Las 4G FFCA; pelatihan Las 5G FCAW; dan pelatihan Las 6G GTAW.
”Jadi, welder ini banyak jenisnya dan memang banyak dibutuhkan di Batam khususnya galangan kapal saat ini,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti, beberapa waktu lalu.
Terkait tingginya kebutuhan welder saat ini, Dinas Tenaga Kerja Kota Batam mendorong agar perusahaan galangan kapal untuk membuka pelatihan bagi juru las atau welder yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Hal ini sebagai langkah dalam mengatasi kebutuhan tenaga welder di Kota Batam.
”Selain pelatihan yang disiap-kan pemerintah daerah, perusahaan juga bisa memakai dana CSR ini untuk membuka pelatihan dan sertifikasi tenaga welder yang dibutuhkan. Peran perusahaan dalam mengalokasikan anggaran khusus untuk pelatihan juga sangat diharapkan,” ungkap Rudi.
Kadisnaker menambahkan, saat ini kebutuhan tenaga welder juga sangat tinggi untuk ditempatkan di dalam dan luar negeri. Tren kebutuhan tenaga kerja saat ini juga menandakan bahwa ekonomi Batam menguat.
”Dua hal ini jika dimaksimalkan tentu kebutuhan welder bisa terpenuhi di Batam,” tambahnya.
Selain welder, perusahaan manufaktur juga banyak menbuka lowongan pekerjaan di tahun ini. Hanya saja perusahaan manufaktur tidak bertambah atau berkurang signifikan karena dengan sistem kontrak. ”Misalnya perusahaan manufaktur ini memiliki 1.000 karyawan, dan ketika ada 300 misal yang habis kontrak mereka akan buka lowongan bagi 300 orang juga, dan begitu terus menerus. Jadi tak bertambah signifikan,” ujarnya. (*)