batampos - Sejumlah pedagang barang impor di Batam menutup usahanya dalam beberapa hari ini. Hal ini disebabkan adanya informasi razia yang dilakukan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementrian Keuangan (Kemenkeu).
Pantauan Batam Pos, pedagang yang tutup terlihat dari kawasan Batuaji, Batam Centre hingga pusat perbelanjaan di BCS Mall.
"Dapat informasi kalau ada razia. Jadi beberapa hari ini tutup dulu," ujar Aril, salah seorang pedagang tas impor di Batuaji, Sabtu (21/7).
Ia mengaku informasi razia tersebut didapatkan pedagang dari WhatsApp dan media sosial (medsos). Bahkan, video yang beredar bernarasikan pedagang panik karena adanya kegiatan razia.
"Pastinya kami takut. Nanti barang diangkut, disita. Banyak ruginya, belum lagi waktu terbuang," katanya.
Menurut dia, petugas DJBC tersebut tak seharusnya melakukan razia di Batam. Sebab, Batam merupakan kawasan FTZ yang mayoritas kebutuhannya berasal dari barang impor.
"Semuanya barang dari luar, sekarang banyak dari Singapur, Malaysia, Thailand. Udah jarang sekali orang Batam pakai produk nasional, produk lokalnya juga jarang ada," ungkapnya.
Sementara Kepala Bidang Kepatuhan dan Layanan Informasi (Kabid BKLI) Bea Cukai Batam Evi Oktavia membantah adanya kegiatan razia barang impor yang dilakukan oleh DJBC.
"Bea Cukai tidak melaksanakan razia barang impor. Sepertinya satgas dari Kemendag," ujarnya. (*)
Editor : Ahmadi Sultan