Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Melihat Batik Batam di Rumah Batik De Ranoem

Putut Ariyotejo • Senin, 19 Agustus 2024 | 08:41 WIB
Muslim menunjukkan salah satu karya batik miliknya.
Muslim menunjukkan salah satu karya batik miliknya.

batampos - Ia bernama Muslim, kawan-kawan dekatnya memanggilnya Salim atau Alim. Usianya baru 41 tahun. Muslim berasal dari Riau. Kini, ia tinggal di Punggur Kota Batam. Muslim adalah salah satu pembatik di Batam. Muslim mengenal batik sejak tahun 2017 tetapi saya baru konsisten pada tahun 2019. Sebagai wujud komitmennya terhadap batik, Muslim mendirikan rumah batik.

Sebelum menjadi pembatik, Muslim adalah pengelola kampung wisata di Kamung Terih di Nongsa.

"Awalnya saya tinggal di Nongsa sebagai pengelola kampung wisata, Kampung Terih." kisah Muslim.

Bermula dari mengikuti pelatihan membatik yang dilakukan di Kampung Terih, Muslim pun tertarik membatik.

"Saat itu saya tertarik," kenang Muslim kepada Tia Cahya Nurani dari Batam Pos.

Muslim tinggal di Punggur sejak tahun 2019. Fokus pada batik, Muslim rutin mengikuti berbagai pelatihan membatik yang digelar oleh Dinas Perindustrian dan Dekranasda Kota Batam.

"Saya selalu mengikuti berbagai pelatihan membatik untuk memperdalam kemampuan membatik saya," ujar Muslim.

Merasa sudah mampu dalam hal membatik Muslim memutuskan membuat rumah batik yang ia beri nama De Ranoem (baca; ranum). Ada makna tersendiri. "Alasan saya memilih nama Ranoem karena sebagai sebuah motivasi bagi saya, kelak ketika saya sudah menghasilkan sebuah karya bagus artinya itu sudah ranum. Layak saya jual kepada orang lain," begitu Muslim mengceritakan makna nama galeri batik miliknya.

Muslim tidak saja pandai menggerakkan canting dan memainkan lilin dan tinta di atas kain, Muslim juga paham tentang falsafah di balik batik itu sendiri. Ini contohnya. Di setiap motif, kata Muslim, memiliki makna khusus. Menempatkan sebuah motif di atas kain pun tidak boleh sembarangan tidak boleh asal letak, kata Muslim.

"Misal," ujarnya, "Motif Pulau Penyengat, posisi motif ini tidak boleh di bawah ketika dia akan dijahit sebagai baju maka motif ini harus ada di atas pusar. Maknanya kita menghargai."

 Pulau Penyengat sendiri bagi warga Melayu di Kepri memang menjadi ikon tersendiri Pulau Penyengat adalah tempat raja Melayu pernah bertahta hingga saat ini dia menjadi tempat bersejarah bagi bangsa Melayu terutama di Kepulauan Riau ini . muslim mengaku suka sekali dengan kebudayaan terutama kebudayaan Melayu

Untuk batik Batam, kata Muslim, motif batik yang ada cenderung ke arah bahari atau biota laut. "Tetapi saya juga mengembangkan motif flora atau tumbuh-tumbuhan," imbuhnya.


Muslim tidak hanya sibuk membatik, dia juga menularkan ilmunya sebagai seorang pelatih atau pemateri di berbagai acara membatik. Muslim beberapa kali diundang ke pameran seni budaya untuk memamerkan hasil karyanya.
,
Muslim berkata,"saya selalu stand by, siap beberapa produk agar ketika kapan saja saya dipanggil untuk pameran, siap berangkat."

Sembari berbincang dengan Batam Pos, Muslim mengeluarkan beberapa hasil karyanya sambiuul menjelaskan motif yang ia buat. Ada motif Nirmala, ada juga motif batik yang dia beri nama Seri Purnama.

Warna yang digunakan Muslim unntuk membatik sangat khas. Muslim menggunakan pewarna alami, seperti buah bakau itu menghasilkan warna coklat, lalu ada akar mengkudu itu yaang akan menghasilkan warna merah.

"Saya lebih suka memakai warna alami, karena hasilnya lebih cerah dan terlihat lebih natural," aku Muslim.

Nama Muslim sebagai seorang pembatik, kini, mulai dikenal. Peminat karya-karya batik Muslim bukan hanya warga lokal, ada juga warga-warga dari Singapura dan Malaysia yang datang ke Batam membeli produk batiknya.

Untuk harga batik yang dijual oleh Muslim yaitu mulai dari 700 ribu, dan paling mahal 2,5 juta.

Gimana?! Ingin tahu di mana sih lokasinya galeri batik milik Muslim? Batam Pos spill di sini ya... Lokasinya di daerah Kabil, tidak jauh dari kantor Polsek Nongsa. Lurus sedikit akan terlihat plang di pinggir jalan bertuliskan Galeri Batik. Nah, dari plang itu masuk ke gang kecil. Gang kecil itu cukup untuk satu motor lewat. Kurang lebih 1 kilometer Anda akan menemukan sebuah rumah dengan plang bertuliskan Galeri Batik. Gelari batik Muslim ini memang berada di permukiman penduduk. Alamat lengkapnya Kavling Lama Senjulung, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa. Kota Batam.

 Ayo kita rame-rame ke sana dan kita majukan batik Batam. (tia)

Editor : Putut Ariyotejo
#batik