Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Aspabri Sebut Kenaikan dan Penurunan Harga Tiket Feri Tak Berdampak pada Kunjungan Wisman

Arjuna • Jumat, 18 Oktober 2024 | 09:49 WIB
Wisatawan terlihat ramai di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center yang akan melakukan perjalanan pulang usai liburan di Batam, Selasa (4/6).
Wisatawan terlihat ramai di Pelabuhan Feri Internasional Batam Center yang akan melakukan perjalanan pulang usai liburan di Batam, Selasa (4/6).

batampos - Asosiasi Pariwisata Bahari Indonesia (Aspabri), menilai bahwa kenaikan harga tiket feri internasional dari Batam ke luar negeri tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman).

Penurunan harga tiket sebesar Rp30 ribu juga tidak memberikan dampak yang berarti. Demikian disampaikan oleh Ketua Aspabri, Surya Wijaya, Kamis (17/10).

“Kita tidak ada pembanding. Kita teriak-teriak mahal, sementara parameternya adalah jumlah penumpang. Setiap hari ada sekitar 2.000 orang yang datang ke Batam. Itu data dari luar negeri,” ujarnya.

Dia menambahkan, kebijakan kenaikan atau penurunan harga tiket feri internasional tidak berpengaruh pada keputusan orang untuk berkunjung ke Batam.

Jika tidak ada target yang jelas seperti peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, perubahan harga tiket feri tidak akan memberi dampak signifikan.

“Kalau ingin perubahan, itu harus ada targetnya. Misalnya target kunjungan wisman. Kalau tidak ada target signifikan, maka tak berpengaruh apapun,” kata Surya.

Apabila harga tiket feri dinaikkan hingga Rp1 juta, ia yakin kunjungan ke Batam tetap tinggi. “Tingkat kunjungan hotel juga masih banyak. Harga tiket dibuat Rp1 juta pun saya yakin masih banyak orang yang datang,” tambahnya.

Selain itu, ia menyebutkan bahwa kebijakan Visa on Arrival (VOA) juga tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisman.

“VOA itu juga tak begitu berpengaruh. Dulu kita punya free VOA, tapi hasilnya sama saja dengan sekarang,” katanya.

Surya menggarisbawahi bahwa meskipun Batam dan Kepri memiliki potensi besar dalam sektor pariwisata, belum ada langkah konkret untuk memanfaatkannya dengan maksimal.

Ia menyarankan agar Indonesia belajar dari negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand yang berhasil menarik wisatawan dengan memperbaiki aksesibilitas dan mempermudah prosedur masuk bagi turis asing.

“Negara-negara tetangga berlomba-lomba membuka akses dan mempermudah orang asing turis masuk. Kembali lagi ke aksesibilitas,” katanya. (*)

 

Editor : Ahmadi Sultan
#tiket ferry batam singapore #tiket ferry batam ke singapura naik