batampos - Kesehatan perempuan, terutama yang berkaitan dengan sistem reproduksi, adalah aspek yang tidak bisa dianggap remeh. Mulai dari masa kanak-kanak hingga usia dewasa, kondisi kesehatan reproduksi sangat mempengaruhi kualitas hidup dan kesehatan secara keseluruhan.
Hal inilah yang disampaikan Mohanraj Krishnasamy, Ginekolog sekaligus dokter spesialis Pengobatan Reproduksi dari KPJ Johor Specialist Hospital, Malaysia dalam acara Makan Malam dan Bincang Sehat Bersama dua dokter spesialis KPJ Johor Specialist Hospital di Planet Holiday Hotel, Jodoh, Jumat (18/10/2024) malam tadi.
"Pondasi kesehatan reproduksi wanita itu dimulai sejak dia bayi. Bagaimana pola gizi yang diberikan, bagaimana ia menjalani hidup sehat dari orang tuanya, bagaimana pendidikan seks sejak dini yang dia terima. Pentingnya menjaga kesehatan reproduksi sejak dini," ujar pakar kesehatan yang akrab disapa dokter Mohan itu.
Mengangkat tema Perempuan Tangguh, Jaga Kesehatan Reproduksi dan Gaya Hidup, selain membahas kesehatan reproduksi, dokter ahli bedah, profesor Mohamad Ismail bin Ali yang juga menjadi salah satu pembicara di sana membahas tentang penyakit hipertiroid atau gondok yang sering diderita oleh para perempuan.
"Hipertiroid adalah salah satu kondisi yang sering dihadapi oleh perempuan. Dia muncul ketika hormon tiroid dalam tubuh berproduksi berlebihan. Penyakit ini sering kali berhubungan dengan gangguan autoimun, yang dapat menyebabkan tubuh menghasilkan hormon tiroid dalam jumlah yang tidak terkendali. Penanganannya melibatkan pemberian obat untuk memblokir produksi hormon tersebut selama 1 hingga 2 tahun, dan selama periode tersebut, kondisi pasien harus terus dipantau. Hipertiroid ini bukan kanker," ungkap dokter Ismail.
Menurutnya, jika setelah dua tahun kondisi ini tidak membaik, maka disarankan untuk menjalani operasi pengangkatan gondok. Ini menjadi prosedur medis untuk mengatasi kelenjar tiroid yang membesar. Pasien biasanya akan menjalani terapi sinar setelah operasi dan menginap di rumah sakit selama 4 hari sampai bekas operasi mengering.
"Bagi perempuan yang berusia 40 hingga 50 tahun, tiroid dapat mempengaruhi penurunan hormon dan dapat mempengaruhi kemampuan otak, memperlambat kinerja mental, dan meningkatkan risiko berbagai kondisi kesehatan. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan hormon sangat penting untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan," ungkap dokter Ismail.
Bagaimana caranya? "Jalani pola hidup sehat dan rutin berolahraga. Jaga pola makan yang masuk ke dalam tubuh. Kita tidak bisa mengendalikan kapan kita mati, tapi alangkah lebih baik kita mati secara alami. Jangan karena penyakit," ungkapnya.
Bincang sehat itu dihadiri sekitar 100 tamu undangan yang bebas bertanya dan konsultasi dengan dokter dan pihak KPJ. Sebagian undangan adalah para pasien KPJ Johor di Batam. Turut hadir dalam acara itu yakni Kepala Dinas Pendidikan Kepri M Basri dan juga Sekretaris Daerah Kota Batam, Jefridin, CEO KPJ Johor Specialist Hospital Haliza binti Khalid, Wakil Manajer Umum Bidang Wisata Kesehatan KPJ Farah Delah Suhaimi, dan Kepala Perwakilan KPJ Johor di Indonesia, Andra S Kelana beserta tamu undangan. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak