Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Periksa 200 Ton Biji Kakao dari Afrika, Karantina Kepri  Jamin Tidak Ada OPTK

Chahaya Simanjuntak • Kamis, 13 Maret 2025 | 14:08 WIB

Petugas karantina Kepri, Miftachurohman mengambil sampel biji kakao untuk diperiksa di Pelabuhan Batuampar, Senin (11/3/2025) lalu. F Karantina Kepri untuk Batam Pos
Petugas karantina Kepri, Miftachurohman mengambil sampel biji kakao untuk diperiksa di Pelabuhan Batuampar, Senin (11/3/2025) lalu. F Karantina Kepri untuk Batam Pos

Batampos - Karantina Kepulauan Riau (Kepri) melalui Pos Pelayanan Pelabuhan Batu Ampar di Batam memeriksa ratusan ton komoditas perkebunan yang diimpor dari Pantai Gading, Afrika Barat.

Hal tersebut tercatat melalui aplikasi Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology (Best Trust) terdapat pemasukan biji kakao sebanyak 200 ton yang selanjutnya akan diolah lebih lanjut.

Karantina Kepri melakukan pemeriksaan administratif dan kesesuaian dokumen dan pemeriksaan kesehatan. Secara administratif biji kakao dilengkapi dengan Phytosanitary Certificate (PC) dari negara asal, Bill of Loading (BL), Invoice, Fumigation Certificate, dan dokumen lainnya.

"Petugas Karantina mengambil sampel biji dari kontainer untuk diuji di laboratorium. Hasilnya tidak ditemukan adanya OPTK Distantiella theobromae dan Phytophthora citropthora" ujar Wasis Prihartono, PJ Satuan Pelayanan Bandara Hang Nadim lewat siaran persnya, Rabu (13/3/2025) siang ini.

Serangga Distantiella theobromae merupakan hama yang menyebabkan kerugian cukup signifikan. Gangguan yang ditimbulkan meliputi kecatatan fisik, penurunan kualitas buah, dan kematian tanaman. Indonesia sebagai salah satu produsen coklat terbesar di dunia sangat khawatir apabila penyakit ini masuk ke dalam wilayah NKRI.

Sementara itu, Kepala Karantina Kepri Herwintarti, mengatakan, mereka konsisten memproteksi hasil budidaya pertanian lokal  melalui pengawasan dan pemeriksaan komoditas pertanian yang masuk ke Indonesia, harus dipastikan sehat dan aman didistribusikan.

"Dengan SDM yang handal dan fasilitas laboratorium yang memadai, Karantina Kepri siap memberikan jaminan kesehatan media pembawa yang masuk" ujarnya. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#kakao #impor #Karantina Kepri