batampos - Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Batam, Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus mengungkapkan kondisi Intan, Asisten Rumah Tangga (ART) asal Sumba Barat, yang disiksa oleh majikannya di Batam. Saat ini Intan menjalani perawatan di RS Elizabeth Batam Centre.
Pastor Chrisanctus Paschalis Saturnus, mengungkapkan meski kondisi fisik Intan dikabarkan mulai membaik, namun kondisi psikis korban masih sangat berat.
“Fisik sudah berangsur baik, tapi psikisnya masih mengalami trauma berat. Masih depresi berat. Masih di rumah sakit,” katanya.
Saat ini, lanjutnya, Intan belum bisa diajak berkomunikasi secara normal. Intan bahkan masih ketakutan ketika bertemu orang lain, termasuk tenaga medis.
“Belum bisa komunikasi juga ke kami. Dia masih trauma berat, ketemu orang masih takut, ketemu dokter juga masih takut,” ujar pria yang akrab disapa Romo Paschal itu.
Ia menambahkan, masih banyak hal yang belum tergali dari kasus ini karena keterbatasan komunikasi dengan korban. “Masih banyak hal yang bisa digali. Kasus ini belum tergali semua. Kami beri kesempatan ke polisi untuk meneruskan, apakah ada kemungkinan pasal baru atau tetap dengan pasal kemarin,” tambahnya.
Romo Paschal menilai proses penyelidikan berlangsung cepat. Akan tetapi, dia tetap berharap akan ada temuan-temuan baru dari pengungkapan kasus ini.
“Kita, sih, masih berharap ada temuan lain. Karena keterangan dari Intan masih sangat sedikit,” katanya.
Terkait langkah ke depan, ia akan terus mendampingi Intan hingga pulih secara psikis dan menjalani proses hukum dengan baik. Ia menyebut belum ada pembicaraan soal pemulangan Intan ke kampung halaman. Fokus saat ini adalah pemulihan kesehatan dan psikologis korban serta penuntasan proses hukum.
Sementara itu, Polresta Barelang telah menetapkan dua tersangka dalam kasus ini. Rosalina, majikan Intan, dan seorang rekan kerja yang turut serta dalam penyiksaan telah resmi ditahan setelah hasil gelar perkara.
Penangkapan keduanya dilakukan usai video kekerasan terhadap Intan viral di media sosial. Keluarga korban yang mengetahui peristiwa tersebut segera melapor ke pihak berwajib. Aparat pun bergerak cepat menindaklanjuti laporan tersebut. (*)