Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Session player , Hanya Musisi Bayangan, Namun Menjadi Nyawa Berbagai Pertunjukan Musik

Yusnadi BP • Minggu, 13 Juli 2025 | 21:05 WIB

Di balik gemerlap panggung musik dan nuansa lagu yang memanjakan telinga, ada sejumlah sosok musisi yang kerap tidak tersorot sinar lampu panggung. Namun berperan penting dalam setiap komposisi musik.

***

Lowdy Bazz (kiri) menjadi session player band Utopia saat konser di Tanjungpinang.
Lowdy Bazz (kiri) menjadi session player band Utopia saat konser di Tanjungpinang.

Tanpa tepuk tangan dan sorotan, para musisi session player jadi nyawa berbagai pertunjukan musik. Musisi bayangan ini lah yang berperan menghidupkan panggung dengan dedikasi yang tak kalah besar dari musisi utama.

Sosoknya yang tanpa sorotan itu menjadi musisi pengiring musisi utama. Namun kemampuannya justru kerap jadi penentu kualitas dari pertujukan musik langsung musisi tanah air.

Pada pertujukan musik itu, saat lampu panggung mulai menyala dan penonton bersorak untuk menikmati suara musisi utama. Session player justru memilih tetap berada di balik gemerlap panggung dari penampilan musisi utama.

Session player hanya musisi pengiring yang memainkan instrumen untuk menghidupkan lagu dan suasana, namun seringkali tidak disebut namanya, bahkan di akhir pertunjukan.

Session player adalah pemain musik ahli yang dipekerjakan untuk tampil dalam pertunjukan langsung bersama penyanyi solo atau grup band. Namun bukan merupakan anggota tetap dari grup tersebut.

Session player bisa bermain untuk berbagai musisi dan genre atau aliran musik serta bekerja di balik layar. Mempelajari banyak lagu dalam waktu singkat. Tidak kalah penting, harus siap tampil profesional dalam kondisi apa pun.

Bahkan seorang yang berprofesi sebagai session player, jarang latihan bersama penyanyi atau band utama. Namun dituntut tampil sempurna selama mengiringi pertujukan musik.

Meskipun demikian, tentunya banyak dari session player yang tetap merasa bangga bisa menjadi bagian dari pertunjukan musik para musisi dan penyanyi di Indonesia.

Di Tanjungpinang, profesi session player tidak menjadi pilihan banyak musisi. Namun tetap ada musisi lokal yang memilih menjalani profesi session player. Bukan karena minimnya talenta, namun lebih kepada kecintaan pada dunia musik.

Salah seorang musisi kelahiran Tanjungpinang yang memilih profesi ini adalah Mahariyadi, 43. Musisi keturunan Melayu dan India yang sehari-harinya akrab disapa Lowdy Bazz.

Musisi yang mahir memainkan alat musik bass dan memiliki suara vokal tinggi ini, kini malang melintang di dunia musik Tanjugpinang sebagai session player.

Mungkin tidak banyak yang tahu, Lowdy telah terlibat dalam puluhan proyek musik. Mengiringi sejumlah artis terkenal di panggung-panggung besar di Tanjungpinang, Batam, Jakarta, Singapura dan Malaysia.

"Bersama band kami (saya, red) yaitu Magnetic, kami keliling dari kafe ke kafe dan bermain di majelis pernikahan. Tapi di waktu senggang, kami terus belajar dan terus membangun jejaring sebagai session player," ungkap Lowdy kepada Batam Pos, Ahad (13/7).

Keahlian Lowdy bermain bass mengikuti berbagai genre terutama rock, jazz dan pop rock, pop dan dan dangdut, Melayu modern serta genre lainnya, membuat namanya mulai dikenal di kalangan produser, menejer panggung dan musisi ibu kota.

Undangan pun kerap datang menghampirinya. Tidak sebagai bintang utama, namun sebagai musisi bayangan yang mengisi alat musik bass dalam pertujukan musik berbagai musisi Indonesia.

“Kadang (nama) disebut. kadang enggak disebut sama sekali. Tapi itu adalah tantangan sebagai session player,” kata mantan vokalis band Spector ini.

Sejak menjadi session player, Lowdy telah terlibat di berbagai panggung pertujukan musik. Pernah mengiringi penyanyi atau vokalis lelaki Indonesia seperti Fadly (Padi), Pasha (Ungu), Ophi Danzo (eks Voodoo), Anda (Bunga), Irang (eks BIP) dan Charly (ST12).

Selanjutnya, Lowdy juga pernah mengiringi panggung pertujukan musik para vokalis perempuan Indonesia seperti Rieka Roeslan (The Groove), Pia (Utopia), Dahlia KDI (Kontes Dangdut Indonesia), Septi KDI, Dahlia KDI dan Kiki Lida (Liga Dangdut).

"Kami juga pernah menjadi session player untuk pertujukan musik artis Indonesian Idol seperti Winda Idol, Delon Idol, Firman Idol, Dirly Idol dan Hudson Idol," ujarnya.

Lowdy yang sempat malang melintang di jagat musik tanah air, hingga pernah merilis satu album bersama band rock Bintang 5, mengakui bahwa menjadi session player, bukan hanya sekadar profesi, tapi merupakan jalan hidup.

"Tapi session player itu harus profesional. Kalau main jelek, penyanyi utama juga kena imbasnya," sebut Lowdy.

Di tengah tantangan ekonomi dan minimnya sorotan, lanjut Lowdy, session player akan terus berkarya hingga kapan pun dan menjadi bukti bahwa musik bukan hanya soal ketenaran, tapi juga soal dedikasi sebagai musisi.

Session player, menurut Lowdy, bekerja di balik layar yang membawa warna dan karakter pada lagu-lagu orang lain. Dibayar sesuai proyek tanpa kontrak panjang, namun dituntut untuk terus tampil sempurna, fleksibel dan profesional.

"Ini tentunya bukan pekerjaan yang glamor. Tapi saat mengiringi penyanyi terkenal, itu kebanggaan yang tak bisa diukur. Kami mungkin tidakk terkenal, tapi kami tetap musisi," jelas Lowdy.

Meskipun demikian, session player seperti Lowdy tentunya sangat bangga dapat membawa nama kota kecilnya yaitu Tanjungpinang ke ranah musik tanah air.

Session player seperti Lowdy dan lainnya, membuktikan bahwa bakat dari daerah pun dapat bersaing dan diakui selama ada dedikasi, disiplin dan semangat untuk terus belajar serta membangun jejaring sebagai session player.

Sebagai session player, Lowdy berharap dunia musik di Tanjungpinang terus berkibar dan melahirkan talenta-talenta muda yang bercita-cita untuk menembus jagat musik nasional.

“Harapan kami makin banyak anak muda Tanjungpinang yang sadar bahwa main musik bukan cuma soal ketenaran, tapi ada profesi yang bisa digeluti secara serius. Session player salah satunya,” ucap Lowdy mengakhiri. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#tanjungpinang #musik #Session player