batampos– Aktivitas bongkar muat barang di Pelabuhan Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, tersendat akibat cuaca buruk disertai hujan sejak Rabu (13/8).
Pantauan Batampos, Kamis (14/8), empat kapal kargo dari Bintan dan Batam terlihat bersandar di pelabuhan menunggu proses pembongkaran muatan.
Kapal-kapal tersebut membawa berbagai kebutuhan pokok serta sejumlah bahan material.
Namun, derasnya hujan membuat proses bongkar muat berlangsung lambat demi mengurangi risiko kerusakan barang.
“Hujan dari kemarin, jadi kita bongkarnya pelan-pelan saja. Mengurangi risiko kalau hujan,” ujar buruh bongkar muat, Ari Wijaya.
Ari menjelaskan, pada kondisi normal, satu kapal biasanya selesai dibongkar dalam waktu maksimal dua hari.
Namun, cuaca buruk seperti sekarang dapat memperpanjang proses hingga lima hari.
“Kalau hujan deras kita tak kerja, takut barang rusak kalau tetap dipaksakan,” katanya.
Sementara itu, salah satu distributor barang, Acia, memastikan hujan yang mengguyur Tarempa tidak akan memicu kelangkaan barang.
“Barang tetap aman, tidak kosong karena ada di kapal. Cuma belum dibongkar karena faktor cuaca,” ujarnya.
Meski begitu, Acia mengakui keterlambatan bongkar muat berdampak pada penjualan.
“Jelas terganggu. Orang mau beli, barang belum ada. Syukur-syukur pembeli mengerti. Kalau tidak, mereka bisa beli di tempat lain,” kata Acia.
Di sisi lain, Acia tetap bersyukur dengan turunnya hujan. Pasalnya, Anambas sebelumnya dilanda cuaca panas menyengat selama hampir dua pekan berturut-turut.
Berdasarkan prediksi BMKG Tarempa, hujan diperkirakan masih akan mengguyur wilayah Anambas hingga Senin, 18 Agustus 2025 mendatang. (*)
Editor : Tunggul Manurung