batampos– Sekitar 200 kepala sekolah SD dan SMP negeri di Batam menghadiri sosialisasi yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Batam bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam, Selasa (16/9).
Diskusi yang berlangsung di Gedung Gurindam Disdik Batam ini mengangkat isu pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang kerap menimbulkan keresahan akibat pemberitaan oknum wartawan.
Acara dimulai pukul 10.00 WIB dengan menghadirkan Ketua PWI Kepri, Ketua PWI Batam, Kadisdik Batam, perwakilan Kajari, Inspektorat, serta Polresta Barelang. Para narasumber memberikan penjelasan seputar aturan, kode etik jurnalistik, hingga langkah-langkah kepala sekolah dalam menyikapi pemberitaan terkait dana BOS.
Ketua PWI Batam, M. Khafy, menuturkan bahwa kegiatan ini berangkat dari banyaknya laporan keresahan kepala sekolah terhadap perilaku oknum wartawan.
“Diskusi hari ini puncak dari bagaimana kami mendengarkan kegelisahan bapak dan ibu kepala sekolah. Kegelisahan itu menjadi tanggung jawab kami, karena sejak awal PWI Batam berdiri, kami berkomitmen menegakkan kode etik jurnalistik,” ujarnya.
Khafy menegaskan PWI Batam siap menjadi mitra para pendidik. Menurutnya, setiap informasi dari sekolah yang disampaikan kepada PWI akan diverifikasi ulang sehingga pemberitaan tetap berimbang.
“Kami siap membentengi bapak ibu semua. Kalau ada hal spesifik yang ingin disampaikan, hubungi kami melalui call center. Kami akan mengonfirmasi kembali sebelum sebuah informasi naik menjadi berita,” tegasnya.
Senada, Ketua PWI Kepri, Syaibansah, juga mengingatkan para kepala sekolah agar tidak takut menghadapi wartawan. Ia menegaskan bahwa wartawan wajib menjalankan tugas sesuai Undang-Undang Pers dan kode etik jurnalistik.
“Wartawan tidak boleh menerbitkan berita sebelum konfirmasi ke bapak ibu. Jadi cukup sampaikan informasi yang benar. Kalau ada berita yang keliru, bapak ibu punya hak jawab,” jelasnya.
Ia menambahkan, tugas wartawan hanya sebatas mencari, mengumpulkan, mengolah, menulis, dan menyajikan informasi. “Tidak ada tugas wartawan menjual produk lain. Itu bukan bagian dari profesi wartawan. Jadi bapak ibu hanya perlu menjelaskan sesuai fakta, karena itu sudah cukup,” tegasnya.
Sementara itu, Kadisdik Batam Hendri Arulan menyambut baik inisiatif PWI Batam. Menurutnya, forum ini sangat penting karena isu pengelolaan dana BOS memang sering menjadi sorotan publik.
“Ada tiga hal di sekolah yang biasanya jadi bahan pemberitaan, yakni PPDB, dana BOS, dan bantuan orang tua. Untuk itu, saya minta kepala sekolah mengelola dana BOS dengan baik dan transparan, agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” katanya.
Hendri menambahkan, kegiatan ini dikhususkan bagi kepala sekolah SD dan SMP negeri di Batam.
“Hari ini kita undang 64 kepala SMP dan 136 kepala SD negeri. Jadi total sekitar 200 kepala sekolah hadir. Kami juga mengundang pihak inspektorat, Kominfo, Polresta Barelang, dan Kejaksaan Batam agar diskusi ini komprehensif,” jelasnya.
Menurutnya, sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pegangan bagi para kepala sekolah ketika berhadapan dengan isu-isu sensitif yang kerap menjadi perhatian media. “Kita bersyukur ada diskusi ini. Dengan adanya pemahaman yang lebih baik, kepala sekolah bisa bekerja dengan lebih tenang tanpa harus merasa khawatir berlebihan,” tambah Hendri.
Kehadiran ratusan kepala sekolah dalam forum ini menjadi bukti besarnya perhatian para pendidik terhadap transparansi pengelolaan dana BOS sekaligus hubungan baik dengan insan pers. Dengan adanya diskusi ini, diharapkan komunikasi antara pihak sekolah dan wartawan semakin terbuka dan produktif untuk kepentingan dunia pendidikan di Batam. (*)
Editor : Tunggul Manurung