batampos- Suasana di Jalan Bida Ayu Pintu Dua, Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, kini berubah drastis. Sejak satu bulan terakhir, ruas jalan yang biasa dilalui warga itu dipenuhi tumpukan sampah yang menggunung di sisi badan jalan. Aroma menyengat menyambut setiap pengendara yang melintas, memaksa sebagian dari mereka menepi dan melambatkan laju kendaraan.
Pantauan Batam Pos pada Kamis (30/10), sebagian ruas jalan tertutup oleh tumpukan sampah rumah tangga yang menumpuk begitu saja tanpa penanganan. Plastik, sisa makanan, hingga perabot rusak tampak bercampur menjadi satu. Kondisi ini membuat pengendara motor harus berhati-hati dan saling mengalah saat berpapasan.
“Ini sampah sudah satu bulan tidak diangkut, baunya busuk, takutnya menimbulkan penyakit,” keluh salah seorang warga yang ditemui di lokasi.
Warga sekitar mengaku sudah beberapa kali menyampaikan keluhan ke pihak terkait, namun hingga kini belum ada tindakan nyata. Di malam hari, aroma busuk dari tumpukan sampah semakin menyengat, bahkan mengundang lalat dan hewan liar.
Menanggapi hal ini, Anggota DPRD Kota Batam dari Dapil Sei Beduk, Anwar Anas, mengatakan pihaknya sedang berupaya mencarikan solusi. “Lagi diikhtiarkan, sembari nunggu 2026,” ujarnya singkat saat dihubungi Batam Pos melalui pesan WhatsApp.
Ketika ditanya lebih lanjut soal penyebab keterlambatan pengangkutan apakah karena kekurangan armada atau penumpukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Anwar belum memberikan jawaban.
Sementara itu, warga berharap pemerintah segera turun tangan. “Kami cuma minta cepat diangkut saja, jangan tunggu sampai warga sakit karena bau dan kotoran ini,” ujar Mery, seorang ibu rumah tangga di sekitar lokasi. (*)
Editor : Tunggul Manurung