batampos- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, memastikan distribusi pangan ke wilayah tersebut tetap aman dan tidak terdampak banjir yang melanda sejumlah daerah di Sumatera.
Kepastian ini disampaikan Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau, menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait potensi gangguan pasokan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Menurutnya, pemasok utama komoditas pangan Batam berasal dari wilayah yang tidak terdampak bencana. “Batam selama ini bekerja sama dengan Simalungun, Brastagi, Sawahlunto, dan sebagian Tapanuli. Wilayah-wilayah tersebut aman. Distribusi bahan pangan ke Batam tetap berjalan lancar,” katanya, Senin (1/12).
Baca Juga: Waspada,, Mengendarai Mobil! Ini 6 Dampak Berbahaya Jika Salah Menginjak Pedal Rem
Selain itu, sebagian besar pasokan bahkan datang dari luar Sumatera, terutama Kediri dan Mataram yang saat ini memasuki masa panen raya. Dari dua daerah ini, Batam memperoleh komoditas seperti cabai, kentang, wortel, hingga berbagai jenis sayuran segar.
“Pasokan banyak dari Mataram dan Kediri karena panennya sedang bagus,” ujar Gustian.
Kondisi harga bahan pokok di Batam saat ini masih terkendali meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan akibat faktor musiman. Kenaikan tersebut, katanya, bukan dipengaruhi keterlambatan pasokan.
Data terbaru menunjukkan harga cabai setan telah menembus Rp100 ribu per kilogram, sementara harga telur ayam naik menjadi Rp85 ribu per papan. Kenaikan ini lebih banyak dipicu faktor musiman. Pedagang juga mulai bersiap menghadapi permintaan akhir tahun.
Disperindag Batam memastikan terus memantau pergerakan harga dan pasokan di seluruh pasar tradisional. Pemerintah juga memetakan komoditas yang rawan bergejolak seperti cabai dan bawang untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga.
Baca Juga: BC Batam Belum Tau Siapa Pemilik Barang, Tangkapan Selundupan Bahan Pokok di Pelabuhan Sengkuang
Jika diperlukan, pemerintah siap melakukan intervensi melalui operasi pasar atau menambah distribusi dari daerah pemasok. Gustian berharap masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong yang justru dapat memicu kenaikan harga.
“Kondisi bahan pokok dan harga di Batam aman. Masyarakat tidak perlu panik,” kata dia. (*)
Editor : Tunggul Manurung