Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

80 Persen Pedagang Barang Seken di Batam Tutup Usaha

Yofie Yuhendri • Minggu, 7 Desember 2025 | 12:00 WIB

 

Ilustrasi. Warga memilih pakaian seken di Aviari Seken, Batuaji, Minggu (19/2).
Ilustrasi. Warga memilih pakaian seken di Aviari Seken, Batuaji, Minggu (19/2).

batampos- Kelangkaan barang seken di Batam membuat para pedagang menutup usahanya. Seperti di kawasan Aviari yang dulunya dipenuhi pedagang dengan barang branded, kini sepi dari pengunjung.

 Pendi, pedagang Aviari Seken mengatakan pedagang yang membuka usahanya kini hanya menghabiskan barang atau stok lama.

 “Hampir 80 persen pedagang tutup. Yang buka (pedagang) hanya menghabiskan stok lama,” ujarnya, Kamis (4/12).

 Baca Juga: Ini Lima Alasan Kenapa Tai Chi Bagus untuk Otot, Sendi dan Mental

 Menurut Pendi, barang bekas, baik sepatu dan pakaian sangat sulit didapati. Sebab, barang tersebut tidak bisa masuk dari Singapura dan Malaysia.

 “Barang sama sekali tidak masuk. Pasti ditangkap Bea Cukai,” katanya.

 Pendi menjelaskan beberapa pedagang berupaya membeli barang seken langsung ke Singapura. Namun, harga jual barang nantinya akan lebih mahal.

 “Kalau belanja langsung itu barang pilihan. Harga lebih mahal, dan peminatnya tertentu saja,” ungkapnya.

 Sementara Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Batam, Evi Octavia mengatakan pihaknya berkomitmen untuk memberhentikan barang seken tersebut masuk ke Batam.

 "Penindakan ini merupakan bukti komitmen keseriusan Bea Cukai Batam dalam menstop peredaran barang ilegal,” ujarnya.

 Evi menjelaskan peredaran barang bekas ini sangat mengganggu industri dalam negeri. Sehingga, barang bekas yang masuk ke Batam harus ditindak.

Baca Juga: Perkembangan Kerjasama Ekonomi Singapura - Malaysia Tembus 5,5 Miliar Dolar

 “Kegiatan ini juga untuk memberikan efek jera dan menekan terjadinya pelanggaran yang serupa,” tutupnya. (*)

Editor : Tunggul Manurung
#barang seken #Tutup Usaha