Batampos - Karyawan melalui perwakilan manajemen PT Sumitomo Wiring Systems Batam Indonesia (SBI) menyerahkan donasi sebesar Rp 340 juta kepada korban bencana Sumatera, yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan juga Sumatera Barat. Donasi ini diserahkan kepada Lembaga Amil Zakat DSNI Amanah di kawasan Industri Batamindo, Senin (29/12/2025) pukul 11.30 WIB.
Presiden Direktur Sumitomo, Michimasa Noro menyampaikan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan mereka terhadap masyarakat yang terdampak bencana.
"Kami meyaksikan video bencana itu dari internet. Kami sangat menaruh perhatian atas mereka, terutama terkait kebutuhan hidup dan ketersediaan pangan bagi mereka. Saya tahu ini (jumlah donasi, Red) tidak banyak tapi kami berharap dapat meringankan beban para korban," ujar Michimasa di sela-sela penyerahan.
"Semoga mereka yang menjadi korban terdampak dapat segera pulih dan kembali menjalani kehidupan normal," tambahnya.
Michimasa didampingi Direktur SBI Yasuhiro Shimoji menyerahkan donasi ini yang diterima langsung MD Zakat Ahmad Saiful Ulum didampingi Direktur DSNI Amanah Siswanto dan Abdul Rouf dari MD Wakaf.
Direktur DSNI Amanah Siswanto sebagai yang dipercayakan Sumitomo menghimpun donasi sebesar Rp340 juta tersebut menyebutkan, bantuan tersebut sangat berguna bagi para korban di tiga wilayah Sumatera. Bukan tanpa alasan. Timnya telah lebih dulu turun langsung ke lokasi bencana untuk melihat kondisi di lapangan. Berdasarkan hasil pemantauan, situasi di sejumlah wilayah, terutama Aceh Tamiang, sangat memprihatinkan dengan keterbatasan akses, minimnya logistik, dan krisis air bersih.
"Banyak masyarakat yang benar-benar kekurangan makanan dan minuman. Air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak. Bahkan, harga air bersih melonjak tajam saat bencana itu, dari sekitar Rp350 ribu menjadi Rp2,5 juta per tangki," ujar Siswanto menahan tangis.
Siswanto menyebutkan, pihaknya akan turun kembali ke lokasi bencana, khususnya kawasan terparah yang masih membutuhkan dukungan dan bantuan. " DSNI Amanah terkait donasi ini, akan kami fokuskan pada kebutuhan paling mendesak. Biasanya Huntara (Hunian Sementara) atau family kit, logistik pangan, air bersih, serta perlengkapan dasar rumah tangga," ujarnya.
Dia menambahkan, dana untuk Huntara akan dipertimbangkan secara bertahap karena bersifat jangka panjang. Untuk tahap awal, bantuan akan diprioritaskan pada pemenuhan kebutuhan dasar keluarga terdampak. "Family Kit itu penting saat ini agar para korban dapat kembali beraktivitas dan melanjutkan kehidupan sehari-hari. Donasi ini akan kami gunakan untuk ini. Dengan amanah," tegas Siswanto.
Senior General Manager SBI, Marno, menyampaikan apresiasi kepada seluruh karyawan dan manajemen SBI atas partisipasi aktif dalam penggalangan donasi yang berlangsung sekitar tiga minggu. Menurutnya, semangat kebersamaan ini diharapkan dapat terus memperkuat nilai sosial perusahaan di masa depan.
"Donasi ini terkumpul dari partisipasi karyawan Sumitomo yang mencapai sekitar 90 persen, sementara sisanya didukung oleh Gerakan SBI Peduli dan Koperasi Karyawan SBI," ujar Marno.
Marno mengatakan, penyaluran bantuan dilakukan melalui DSNI Amanah karena rekam jejak dan kerja sama yang telah terjalin sejak perusahaan mereka ini berdiri 1990 lalu. "SBI menilai penyaluran melalui lembaga yang berpengalaman lebih efektif dan tepat sasaran dibandingkan penyaluran langsung. Kalau kami turun langsung, mungkin kami tidak paham medan dan malah menjadi beban, jadi lebih baik kami salurkan via DSNI karena sudah amanah dan menjadi mitra kami selama ini," ungkapnya. (*)
Editor : Chahaya Simanjuntak