Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Stok Premium Aman, Wali Kota Pastikan Tak Ada Impor Beras ke Batam

Arjuna • Selasa, 6 Januari 2026 | 17:05 WIB

Stok beras di Gudang Bulog Batam dipastikan aman hingga empat bulan ke depan. Bulog menjamin ketersediaan dan stabilitas harga pangan di Batam dan Karimun menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Stok beras di Gudang Bulog Batam dipastikan aman hingga empat bulan ke depan. Bulog menjamin ketersediaan dan stabilitas harga pangan di Batam dan Karimun menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Batampos - Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, memastikan tidak ada aktivitas impor beras ke Batam, baik dalam satu tahun terakhir maupun dua hingga tiga tahun sebelumnya. Seluruh beras yang beredar di Batam dipastikan berasal dari produksi dalam negeri.

“Dari Direktorat Lalu Lintas Barang, kami tidak pernah mengeluarkan izin impor. Artinya, komoditas beras yang ada di Batam ini adalah komoditas dalam negeri,” katanya, Selasa (6/1/2025). 

Penegasan tersebut disampaikannya menyusul isu yang sempat berkembang terkait dugaan masuknya beras impor ke Batam. Bahkan, ia mengaku telah dipanggil langsung oleh Menteri Perdagangan (Mendag), Amran Sulaiman.

Baca Juga: IPM Batam Naik Jadi 83,80 di 2025, BPS Catat Tren Positif Lima Tahun Terakhir

“Saya sudah cek langsung dokumen di kawasan FTZ maupun di DDP (Delivery Duty Paid). Tak ada kegiatan importasi beras ke Batam,” ujar dia. 

Meski demikian, ia mengaku adanya kebutuhan khusus masyarakat Batam terhadap beras premium. Saat itu, stok Bulog masih didominasi beras medium, sementara permintaan pasar mengarah pada beras premium.

“Kami minta dukungan ke pemerintah pusat agar Batam disuplai beras premium. Alhamdulillah, permintaan tersebut direspons cepat,” kata Amsakar.

Seperti diketahui, Batam menerima pengiriman tahap pertama sebanyak 48 ton beras premium merek Befood Sentra Ramos dan Befood Punabawan dari Sentra Pengolahan Beras (SPB) Subang melalui Pelabuhan Tanjung Priok, hari ini. Di hari yang sama, dilakukan pengiriman tahap kedua sebanyak 8 ton beras Befood Punabawan dari Lampung.

Baca Juga: Polda Kepri Pantau Harga Beras Batam, Pastikan Tak Langgar HET

Tak hanya itu, Kantor Wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat juga dijadwalkan mengirimkan sekitar 4.000 ton beras kemasan 50 kilogram dengan kadar broken 15 persen ke Batam. Pengiriman tersebut sempat terkendala pada proses pencarian transporter atau alat angkut yang bersedia masuk ke Batam.

“Namun setelah kami bertemu Menteri Pertanian, kesimpulan saya jelas. Dengan pasokan yang sudah masuk dan yang akan dikirim, cadangan beras premium Batam InsyaAllah aman,” kata Amsakar.

Ia menambahkan, berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, fluktuasi harga pangan strategis saat ini bukan terjadi pada komoditas beras, melainkan pada cabai, ayam, dan telur. 

“Untuk beras, kami pastikan situasinya terkendali,” katanya. (*)

Editor : Chahaya Simanjuntak
#impor beras #stok beras batam