Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Akses TPA Telaga Punggur Dibeton, Li Claudia: Masih Berburu Lahan TPST

Arjuna • Jumat, 9 Januari 2026 | 20:22 WIB
Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra meninjau TPS dan akses menuju TPA Telaga Punggur saat survei pengelolaan sampah di Kecamatan Nongsa. F. Arjuna/Batam Pos
Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra meninjau TPS dan akses menuju TPA Telaga Punggur saat survei pengelolaan sampah di Kecamatan Nongsa. F. Arjuna/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota (Pemko) Batam mempercepat penanganan persoalan sampah di Kecamatan Nongsa. Salah satu langkah yang telah direalisasikan adalah membeton jalan tanjakan menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Telaga Punggur yang selama ini kerap menjadi titik rawan kemacetan.

Upaya tersebut ditinjau langsung Wakil Wali Kota Batam sekaligus Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, saat survei lapangan bersama tim gabungan Pemko Batam dan BP Batam di sejumlah titik di Nongsa, Rabu (7/1). Peninjauan dilakukan untuk memantau perkembangan pengelolaan sampah sekaligus mencari opsi lokasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).

Li Claudia mengatakan, survei difokuskan pada pembaruan kondisi tempat penampungan sementara (TPS) serta akses menuju TPA Telaga Punggur. Ia memastikan, jalan tanjakan yang selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan kendaraan pengangkut sampah kini telah rampung dibeton.

“Kemarin saya meninjau lokasi TPS sementara sekaligus pembaruan kondisi TPA Telaga Punggur. Jalan tanjakan yang selama ini menjadi salah satu penyebab kemacetan kini sudah kami beton,” ujar Li Claudia, Jumat (9/1).

Ia menegaskan, Pemko Batam tetap berkomitmen mempercepat berbagai solusi penanganan sampah di wilayahnya.

“Kami terus berkomitmen dan tetap semangat menyelesaikan persoalan sampah di Kota Batam. Batam bersih bukan lagi sekadar harapan, melainkan tujuan kita bersama,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Infrastruktur BP Batam Mouris Limanto menyampaikan, hasil survei lapangan menunjukkan adanya beberapa opsi lahan yang berpotensi digunakan sebagai lokasi TPST. Namun, ketersediaan lahan tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal.

“Dari survei kemarin, memang ada beberapa opsi lahan untuk TPST. Tapi masih dikaji oleh tim lahan. Kebutuhan kita sekitar 4.000 meter persegi, sementara hasil survei baru menemukan sekitar 700 meter persegi,” kata Mouris.

Ia menambahkan, BP Batam akan melanjutkan pembahasan dengan tim lahan serta membuka peluang dukungan dari pelaku usaha melalui skema corporate social responsibility (CSR) untuk penyediaan lahan.

“Kami berharap ada pengusaha yang bersedia membantu melalui CSR dengan menyediakan lahan. Dua ribu meter persegi sebenarnya masih bisa diolah, tetapi kurang maksimal karena keterbatasan lahan di Batam,” ujarnya.

Menurut Mouris, kolaborasi dengan pihak swasta menjadi sangat penting di tengah keterbatasan lahan dan anggaran pemerintah.

Baca Juga: Harga Cabai dan Bawang di Lingga Meroket, Cabai Rawit Tembus Rp110 Ribu per Kg

“Selama kepemimpinan Pak Amsakar Achmad dan Ibu Li Claudia Chandra, kami terus merangkul pengusaha Batam. Jika hanya mengandalkan anggaran dan birokrasi pemerintah, prosesnya tentu cukup rumit,” katanya.

Survei ini menjadi bagian dari upaya Pemko Batam dan BP Batam untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah serta menjawab berbagai persoalan yang selama ini menghambat operasional TPS dan TPA di Batam. (*)

Editor : M Tahang
#TPA Telaga Punggur