Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Jelang Imlek, Penjualan Ikan Dingkis di Batam Masih Sepi

Rengga Yuliandra • Selasa, 20 Januari 2026 | 16:11 WIB
 
Photo
Photo
Pedagang ikan di pasar Victoria Sekupang. f Rengga
 
 
batampos - Penjualan ikan dingkis yang identik dengan tradisi perayaan Imlek di Kota Batam terpantau masih sepi. Kondisi ini terlihat di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Victoria Sekupang dan Pasar Fanindo, di mana minat pembeli belum menunjukkan peningkatan signifikan seperti tahun-tahun sebelumnya.
 
Pantauan Batam Pos di Pasar Victoria, Sekupang, Selasa (20/1), lapak pedagang ikan dingkis tampak lengang. Sejumlah pedagang mengaku pembeli yang datang masih sebatas menanyakan harga, namun belum banyak yang benar-benar melakukan transaksi.
 
Salah seorang pedagang ikan di Pasar Victoria, Heri mengaku, kondisi ini masih terbilang wajar karena perayaan Imlek masih beberapa hari lagi.“Kami masih menunggu mendekati hari H. Biasanya ramai itu H-7 atau H-3 sebelum Imlek. Sekarang memang masih sepi,” ujarnya.
 
Situasi serupa juga terjadi di Pasar Fanindo. Aktivitas jual beli ikan dingkis belum menunjukkan lonjakan berarti, meski sebagian pedagang sudah mulai menyediakan stok. Untuk mengantisipasi kerugian, pedagang memilih tidak menyimpan stok terlalu banyak karena khawatir tidak terserap pasar.
 
Dari sisi pembeli, sebagian masyarakat memang belum berencana membeli ikan dingkis lebih awal. Salah seorang pembeli di Pasar Fanindo mengaku masih memantau harga dan akan membeli mendekati hari raya.
 
“Biasanya beli nanti saja, lebih dekat Imlek. Sekarang masih lihat-lihat harga,” katanya.
 
Saat ini, harga ikan dingkis di pasaran masih tergolong rendah, berkisar antara Rp40 ribu hingga Rp50 ribu per kilogram. Padahal, saat mendekati perayaan Imlek, harga ikan ini biasanya melonjak tajam hingga Rp220 ribu per kilogram. Bahkan, untuk ikan dingkis berukuran besar dan berisi telur, harganya bisa menembus Rp300 ribu per kilogram.
 
Pedagang memperkirakan penjualan ikan dingkis baru akan mengalami peningkatan dalam beberapa hari ke depan, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk persiapan perayaan Tahun Baru Imlek.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kota Batam, Yudi Admajianto, menyampaikan bahwa pihaknya terus memberikan dukungan kepada nelayan melalui berbagai bantuan. Bantuan tersebut meliputi alat tangkap, mesin tempel, hingga bubu yang digunakan untuk menangkap ikan dingkis.
 
“Melalui bidang perikanan tangkap, nelayan mendapatkan bantuan sarana dan prasarana seperti bubu dan jaring. Alat ini tidak hanya digunakan untuk menangkap ikan dingkis, tetapi juga ikan jenis lainnya,” ujarnya.
 
Yudi juga mengungkapkan, pada tahun 2024 lalu, saat perayaan Imlek yang jatuh pada 10 Februari, produksi ikan dingkis di Batam cukup tinggi. Pada Februari tercatat panen mencapai 23 ton, sementara pada Maret mencapai 1.901,4 ton. Periode tersebut dikenal di kalangan nelayan sebagai masa dingkis balik.(*)
 
 
 
Editor : Alfian BP