batampos – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, menegaskan bahwa pasien dewasa asal Batam yang sebelumnya diduga terinfeksi Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-CoV) dipastikan negatif berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium.
“Spesimen sudah diperiksa dan hasil laboratorium telah keluar dengan hasil negatif,” ujar Didi, Jumat (23/1).
Pemeriksaan dilakukan oleh Balai Besar Laboratorium Biologi Kesehatan (BBLBK). Berdasarkan data hasil pemeriksaan, spesimen pasien diterima dan diperiksa pada 19 Januari 2026, dengan hasil yang keluar pada hari yang sama.
Adapun jenis spesimen yang diperiksa antara lain swab orofaring dan sputum, yang seluruhnya menunjukkan hasil NEGATIF MERS-CoV. Hasil pemeriksaan tersebut juga telah diverifikasi oleh Dinas Kesehatan Kota Batam.
Pasien sebelumnya dirawat di rumah sakit setelah mengalami gejala gangguan pernapasan usai melakukan perjalanan dari Timur Tengah, tepatnya setelah menunaikan ibadah umrah. Riwayat perjalanan tersebut menjadi dasar tenaga kesehatan menetapkan pasien sebagai suspek MERS, mengingat penyakit tersebut endemik di kawasan Timur Tengah.
Didi menjelaskan, MERS berbeda dengan influenza A maupun COVID-19. Penyakit ini merupakan infeksi saluran pernapasan berat yang disebabkan oleh virus corona jenis MERS-CoV.
“MERS itu bukan super flu dan bukan juga COVID-19. Ini penyakit paru atau pneumonia berat akibat virus corona jenis MERS-CoV,” jelasnya.
Ia menambahkan, MERS pertama kali dikenali pada 2012 di Timur Tengah dengan gejala berupa demam tinggi, batuk, dan sesak napas. Dalam kondisi tertentu, penyakit ini dapat berkembang cepat menjadi gagal napas dengan tingkat kematian yang relatif tinggi.
“MERS ini masih satu keluarga dengan virus corona, tapi bukan COVID-19 dan bukan virus influenza,” tegas Didi.
Meski hasil pemeriksaan pasien dinyatakan negatif, Didi tetap mengimbau masyarakat untuk waspada. Warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala gangguan pernapasan berat, terutama yang disertai demam tinggi dan sesak napas.
Ia juga meminta masyarakat tidak panik berlebihan terhadap isu MERS-CoV maupun super flu, namun tetap menjaga kewaspadaan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta menggunakan masker saat mengalami flu dan berinteraksi dengan orang lain.
“Sejauh ini di Batam, masih aman dari sebaran MERS-CoV maupun super flu yang belakangan merebak di sejumlah daerah di Tanah Air,” pungkasnya. (*)
Editor : M Tahang