Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Taman Budaya Batam Segera Dibangun, Disbudpar Belajar ke TIM dan DKJ

Arjuna • Kamis, 5 Februari 2026 | 21:20 WIB
Rombongan dari Disbudpar Batam berdiskusi dengan pihak TIM dan DKJ sebagai bekal mempersiapkan pembangunan Taman Budaya Batam. F. Disbudpar untuk Batam Pos
Rombongan dari Disbudpar Batam berdiskusi dengan pihak TIM dan DKJ sebagai bekal mempersiapkan pembangunan Taman Budaya Batam. F. Disbudpar untuk Batam Pos

batampos — Pemerintah Kota Batam memastikan rencana pembangunan Taman Budaya Batam segera direalisasikan. Untuk mematangkan konsep, desain, dan tata kelola, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam melakukan studi banding ke pusat kesenian nasional Taman Ismail Marzuki (TIM) dan Dewan Kesenian Jakarta (DKJ).

Taman budaya tersebut akan menjadi ruang ekspresi, apresiasi, dan aktivitas seni budaya yang berkembang di Batam, termasuk seni paguyuban. Pembangunannya masuk dalam program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam Ardiwinata menyampaikan, pembangunan taman budaya ditargetkan mulai dilaksanakan tahun ini. Lokasinya direncanakan berada di tapak bekas Gedung Beringin, Sekupang.

“Pembangunan taman budaya akan segera dimulai. Ini menjadi ruang yang sangat dibutuhkan seniman dan pelaku budaya di Batam untuk berkreasi dan berkegiatan secara berkelanjutan,” ujar Ardiwinata.

Sebagai bagian dari persiapan, Disbudpar Batam melakukan koordinasi dan studi banding ke TIM dan DKJ untuk menyerap referensi terkait detail engineering design (DED), sistem tata kelola, hingga regulasi pengelolaan kawasan seni budaya.

Rombongan Disbudpar Batam dipimpin Kepala Bidang Kebudayaan Samson Rambah Pasir, didampingi Kepala Bidang Sarana dan Objek Wisata (SOW) Harry Budiman, serta staf kebudayaan Raja Zulkarnain.

“Kami mendapatkan banyak masukan penting. Pengelola TIM dan pengurus DKJ sangat terbuka berbagi pengalaman, mulai dari perencanaan fisik hingga pengelolaan kegiatan seni,” kata Samson.

Ia menjelaskan, rombongan juga diajak meninjau langsung berbagai fasilitas di kompleks TIM, seperti ruang pementasan utama, teater besar dan kecil, serta sarana pendukung lainnya yang menjadi tulang punggung aktivitas kesenian.

Kompleks TIM dan DKJ sendiri merupakan pusat kesenian nasional yang pertama kali digagas pada era Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin, dan hingga kini menjadi rujukan pengembangan ekosistem seni budaya di Indonesia.

“Referensi yang kami terima sangat lengkap, baik berupa data, gambar, maupun penjelasan teknis langsung di lapangan. Ini akan menjadi bekal penting bagi Batam,” ujar Harry Budiman.

Ardiwinata menegaskan, seluruh hasil kunjungan tersebut akan dijadikan rujukan dalam penyusunan konsep akhir pembangunan dan pengelolaan Taman Budaya Batam.

Baca Juga: Pledoi Ega Aditya: FTZ dan Mens Rea Dipersoalkan dalam Kasus Emas Selundupan

“Informasi dan regulasi yang kami peroleh akan memperkaya konsep taman budaya Batam agar dikelola secara profesional dan berkelanjutan,” katanya.

Menurutnya, pembangunan taman budaya juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan 15 skala prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Batam, khususnya prioritas nomor 11, yakni pengembangan pusat seni budaya paguyuban. (*)

Editor : M Tahang
#disbudpar batam #Taman Budaya Batam