batampos – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Batam mencatat 47 kejadian kebakaran dalam kurun 35 hari, atau rata-rata lebih dari satu kejadian per hari. Rentetan peristiwa kebakaran di Kota Batam sepanjang awal 2026 ini, menjadi alarm serius bagi masyarakat dan pemerintah daerah.
Data Damkar menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Februari 2025, jumlah kebakaran tercatat hanya 20 kejadian.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Damkar Kota Batam, Andi M. Yusuf, mengatakan sepanjang periode 1 Januari hingga 5 Februari 2026, kebakaran masih didominasi kebakaran lahan, semak, dan hutan.
“Dari total 47 kejadian kebakaran, yang paling banyak kami tangani adalah kebakaran lahan, semak, dan hutan,” ujar Andi, Sabtu (7/2).
Berdasarkan data Damkar, sebanyak 27 kejadian merupakan kebakaran lahan, semak, dan hutan. Insiden tersebut tersebar di 12 kecamatan dan terjadi hampir merata di seluruh wilayah Kota Batam.
Kebakaran jenis ini dinilai sangat rentan terjadi saat cuaca panas dan disertai angin kencang, seperti yang melanda Batam dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan, terutama di area terbuka dengan vegetasi kering.
Selain kebakaran lahan, Damkar Batam juga mencatat 10 kejadian kebakaran yang disebabkan tumpukan sampah dan ban bekas, menjadikannya penyumbang terbanyak kedua.
“Sampah dan ban bekas cukup dominan. Totalnya ada 10 kejadian,” kata Andi.
Sisa kejadian lainnya meliputi kebakaran rumah, gudang, kios, scrap, serta sejumlah objek lain. Menurut Andi, kebakaran tersebut umumnya dipicu oleh kelalaian manusia, korsleting listrik, hingga aktivitas yang menimbulkan percikan api di lingkungan kering.
Dari sisi sebaran wilayah, Kecamatan Batam Kota menjadi daerah dengan jumlah kebakaran terbanyak, yakni 16 kejadian dalam 35 hari. Disusul Kecamatan Nongsa dengan delapan kejadian.
Tingginya angka kebakaran ini sejalan dengan maraknya insiden di lapangan, mulai dari lahan kosong, gudang, pasar, hingga fasilitas umum. Damkar Batam menilai faktor cuaca panas dan angin kencang turut mempercepat penyebaran api.
Menanggapi kondisi tersebut, Damkar Batam mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas pembakaran terbuka. Warga juga diminta memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman serta tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area lahan kering.
Imbauan serupa disampaikan Kepala Bidang Pencegahan Damkar Kota Batam, M. Hafiz. Ia menegaskan cuaca panas dan kering membuat api sangat mudah menyebar jika dipicu kelalaian manusia.
“Masyarakat diminta tidak membakar sampah, lahan, maupun semak belukar, serta lebih berhati-hati dalam penggunaan api dan listrik,” ujarnya.
Damkar Batam juga mengingatkan warga untuk segera melapor jika menemukan tanda-tanda kebakaran melalui Call Centre 112. Pelaporan cepat dinilai krusial untuk mempercepat penanganan dan mencegah api meluas serta menimbulkan kerugian lebih besar. (*)
Editor : M Tahang