batampos – Batam kembali menerima kedatangan ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang dideportasi dari Malaysia. Sebanyak 148 orang tiba di Pelabuhan Batam Center, Jumat (13/2), setelah difasilitasi pemulangannya oleh KJRI Johor Bahru.
Para deportan dipulangkan menggunakan kapal feri dari Pasir Gudang setelah menyelesaikan masa penahanan keimigrasian di sejumlah depot tahanan di Malaysia. Setibanya di Batam, mereka langsung menjalani pemeriksaan kesehatan dan pendataan sebelum ditempatkan sementara di P4MI Batam.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 110 orang merupakan laki-laki dan 38 perempuan. Mereka sebelumnya ditahan di Depot Tahanan Imigresen Pekan Nenas, KLIA, Bukit Ajil, Beranang, serta satu orang dari tempat singgah sementara KJRI Johor Bahru.
Pelaksana Fungsi Konsuler KJRI Johor Bahru, Jati H. Winarto, mengatakan secara umum kondisi para deportan sehat. Namun, satu orang deportan asal Pontianak memerlukan perhatian medis lanjutan karena mengidap HIV dan akan mendapatkan pendampingan setelah tiba di Batam.
Selain memfasilitasi pemulangan, KJRI Johor Bahru bersama KBRI Kuala Lumpur juga menerbitkan 90 Surat Perjalanan Laksana Paspor bagi WNI yang tidak memiliki dokumen resmi.
Sebelumnya, pada awal Februari lalu, sebanyak 86 WNI juga telah dipulangkan melalui Batam. Dengan tambahan tersebut, total 234 WNI deportan telah tiba di Batam sepanjang awal 2026.
Konsul Jenderal RI Johor Bahru, Sigit S. Widiyanto, menegaskan pemerintah terus berupaya memastikan seluruh proses pemulangan berjalan aman dan tertib, serta memberikan perlindungan bagi WNI yang menghadapi persoalan hukum di luar negeri.
Pemerintah juga mengingatkan para pekerja migran Indonesia untuk mematuhi ketentuan hukum dan administrasi di negara penempatan agar terhindar dari deportasi. (*)
Editor : M Tahang