Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Debit Waduk Batam Turun hingga 3 Cm per Hari, Pemko Siapkan Salat Istisqa

Muhammad Syaban • Minggu, 15 Februari 2026 | 17:30 WIB
Debit air beberapa waduk mengalami penyusutan hingga 3 sentimeter per hari. Penurunan itu terjadi akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. F. Cecep Mulyana/Batam Pos
Debit air beberapa waduk mengalami penyusutan hingga 3 sentimeter per hari. Penurunan itu terjadi akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Cadangan air baku di sejumlah waduk Kota Batam terus menyusut selama musim kemarau. Bahkan, penurunan debit air tercatat mencapai 2 hingga 3 sentimeter per hari akibat minimnya curah hujan dalam beberapa pekan terakhir.

Data dari BP Batam menunjukkan kondisi tersebut perlu diwaspadai karena Batam sepenuhnya bergantung pada waduk sebagai sumber air bersih masyarakat.

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pemerintah telah membahas situasi tersebut bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan tokoh agama. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah menggelar Salat Istisqa.

“Kemarau ini masih berlangsung. Kami sudah rapat bersama Forkopimda dan tokoh agama, dan disepakati untuk melaksanakan Salat Istisqa,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Salat Istisqa merupakan ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau yang berkepanjangan. Usulan pelaksanaan salat tersebut, kata dia, juga datang dari Majelis Ulama Indonesia Kota Batam dan telah disetujui pemerintah.

“Usulan Ketua MUI sudah kami terima. Insyaallah akan segera kita laksanakan,” katanya.

Sementara itu, informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan wilayah Batam masih akan mengalami curah hujan rendah hingga Maret mendatang.

Kondisi ini membuat pemerintah harus mengantisipasi potensi gangguan pasokan air bersih dengan menjaga cadangan waduk secara optimal.

Amsakar berharap Salat Istisqa menjadi momentum kebersamaan masyarakat Batam dalam menghadapi musim kemarau.

“Ini adalah ikhtiar kita memohon hujan. Mudah-mudahan dengan kebersamaan, Allah menurunkan hujan untuk Batam,” ujarnya. (*)

Editor : M Tahang
#waduk #salat istisqa #krisis air