Batam Kepulauan Riau Nasional Internasional Ekonomi & Bisnis Hukum & Kriminal Lifestyle Olahraga

Pelni Batam Siapkan Armada Tambahan Hadapi Lonjakan Mudik Lebaran 2026

Rengga Yuliandra • Sabtu, 21 Februari 2026 | 08:30 WIB

 Kapal Pelni saat bersandar di Pelabuhan Bintang 99, Batuampar. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos
Kapal Pelni saat bersandar di Pelabuhan Bintang 99, Batuampar. Foto. Rengga Yuliandra/ Batam Pos

batampos – Lonjakan penumpang pada Angkutan Lebaran 2026 mulai diantisipasi sejak dini oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia Cabang Batam. Selain memproyeksikan kenaikan jumlah pemudik, Pelni menyiapkan tambahan armada dan skema penjualan tiket bertahap agar perjalanan tetap nyaman.

Kepala Cabang Pelni Batam, Edwin Kurniansyah, memperkirakan jumlah penumpang Lebaran tahun ini meningkat sekitar 1 hingga 5 persen dibandingkan tahun lalu. Pada Angkutan Lebaran 2025, total penumpang arus mudik dan balik tercatat mencapai 646.554 orang.

“Untuk 2026 kami perkirakan ada kenaikan sekitar 1 sampai 5 persen. Artinya total penumpang bisa berada di kisaran 653 ribu sampai 679 ribu orang,” ujarnya, Jumat (20/2).

Baca Juga: Sehari Dua Kasus Bunuh Diri di Batam, Psikolog Ingatkan Pentingnya Dukungan Keluarga

Rute Batam–Belawan dipastikan kembali menjadi jalur terpadat. Tahun lalu, lintasan ini mendominasi arus keberangkatan maupun kepulangan.

Untuk mengantisipasi lonjakan, selain mengandalkan KM Kelud yang rutin masuk Batam, Pelni juga menambah satu armada yakni KM Nggapulu. “Karena Batam–Belawan selalu padat, maka kami tambah kapal. Ini untuk mengurai kepadatan sekaligus memberi pilihan jadwal bagi masyarakat,” jelas Edwin.

Pelni memperkirakan puncak arus mudik terjadi pada 19 Maret 2026, terutama untuk keberangkatan menuju Belawan. Perkiraan ini disesuaikan dengan kemungkinan Hari Raya Idulfitri yang jatuh pada 20 atau 21 Maret.

Dukungan juga datang dari pemerintah melalui diskon 30 persen tarif dasar tiket kapal Pelni untuk periode keberangkatan 11 Maret hingga 5 April 2026, dengan total subsidi sekitar Rp42,3 miliar. Kebijakan ini diharapkan meringankan beban masyarakat.

Selain pengaturan arus penumpang, Pelni berencana kembali menghadirkan hiburan ringan atau program “customer happiness” untuk mengurangi kejenuhan penumpang saat menunggu kapal. Tahun lalu, misalnya, tersedia stan pijat gratis bagi penumpang.

Di tengah potensi lonjakan penumpang, Edwin juga mengingatkan masyarakat agar membawa barang secukupnya. “Penumpang pasti ramai. Supaya kapal tetap nyaman dan ruang tidak sempit, kami imbau membawa barang seperlunya,” tutupnya.(*)

Editor : Jamil Qasim