batampos – Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap satu korban yang hilang dalam insiden tenggelamnya tug boat Mega di perairan PT ASL Shipyard, Tanjunguncang, Kota Batam.
Hingga Sabtu (7/3), korban bernama Yusuf Tankin, yang merupakan kru kapal, masih belum ditemukan.
Komandan Pos Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Batam, Dedius, mengatakan pencarian telah dilakukan sejak insiden terjadi pada Jumat (6/3). Namun hingga kini korban diduga masih terjebak di dalam kapal.
“Satu korban belum ditemukan,” kata Dedius.
Kecelakaan laut tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di perairan PT ASL Shipyard Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji.
Saat itu kapal tanker Kyparissia yang hendak naik dok di jetty PT ASL ditarik oleh tug boat Mega untuk membantu proses manuver kapal.
Namun ketika proses penarikan berlangsung, tug boat Mega diduga kehilangan keseimbangan akibat hembusan angin kencang hingga akhirnya terbalik dan tenggelam di lokasi kejadian.
Saat insiden terjadi terdapat lima orang kru di atas kapal. Dari jumlah tersebut, satu orang berhasil selamat, tiga orang ditemukan meninggal dunia, dan satu orang lainnya hingga kini masih dinyatakan hilang.
Korban yang selamat diketahui bernama M. Habib Ansyari, anak buah kapal (ABK). Saat ini ia berada di kantor Korps Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) untuk dimintai keterangan.
Sementara tiga korban meninggal dunia yakni Abdul Rahman selaku kapten kapal, Guntur Pardede yang menjabat sebagai chief, serta Jhonson Bertuahman Damanik sebagai kepala kamar mesin (KKM).
Ketiganya sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Mutiara Aini sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak keluarga.
Berdasarkan informasi di lapangan, pihak keluarga meminta agar jenazah para korban dipulangkan tanpa dilakukan autopsi. Pemulangan jenazah dilakukan secara bertahap sejak dini hari sekitar pukul 01.00 WIB setelah keluarga berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
Jenazah Guntur Pardede dipulangkan ke rumah keluarga di kawasan Tiban Kampung. Sementara Abdul Rahman dibawa ke Taman Sari, Tiban, dan Jhonson Bertuahman Damanik dipulangkan ke kawasan Tembesi, Kecamatan Batuaji.
Dedius menjelaskan proses pencarian korban hilang mengalami kendala karena adanya tumpahan minyak di sekitar lokasi kejadian.
“Saat ini ruang di dalam kapal sudah dipenuhi minyak sehingga penyelaman belum bisa dilakukan. Rencananya kapal tug boat akan ditarik ke tepi agar memudahkan proses evakuasi,” ujarnya.
Sementara itu Kapolsek Batuaji AKP Bayu Rizky Subagyo mengatakan pihaknya belum dapat memastikan kondisi korban yang masih hilang. Pada malam hari setelah kejadian sempat terdengar komunikasi dari dalam kapal.
“Tadi malam masih ada komunikasi dengan korban yang terjebak di dalam kapal, namun penyelam terkendala minyak yang memenuhi lokasi,” katanya.
Pihak keluarga korban berharap Yusuf Tankin dapat segera ditemukan. Roy, salah satu kerabat korban, mengatakan Yusuf yang bertugas sebagai second engineer merupakan pamannya yang berusia sekitar 60 tahun.
“Kami masih berharap beliau ditemukan dalam keadaan selamat, apalagi sempat ada kabar terdengar suara dari dalam kapal,” ujarnya.
Hingga Sabtu siang, tim SAR gabungan masih bersiaga di lokasi untuk melanjutkan proses pencarian korban yang hilang. (*)
Editor : M Tahang